Diabetes
Mengenal Bahaya dan Penyebab Gula Darah Tinggi pada Penderita Diabetes
Jika tidak ditangani, gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat menjadi parah dan menyebabkan komplikasi serius
* Hiperglikemi hiperosmolar: Kondisi ini terjadi ketika orang memproduksi insulin, tetapi tidak bekerja dengan baik. Kadar glukosa darah bisa menjadi sangat tinggi, lebih dari 1.000 mg/dL (55,6 mmol/L). Karena insulin hadir tetapi tidak bekerja dengan baik, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa atau lemak untuk energi. Glukosa kemudian tumpah ke urin, menyebabkan peningkatan buang air kecil. Jika tidak diobati, keadaan hiperglikemi hiperosmolar dapat menyebabkan dehidrasi dan koma yang mengancam jiwa. Perawatan medis yang cepat sangat dibutuhkan
Gejala gula darah tinggi pada penderita diabetes
Dilansir dari Health Line, hiperglikemia sering kali tidak menimbulkan gejala sampai kadar glukosa dalam darah meningkat signifikan, biasanya di atas 180 hingga 200 mg/dL atau 10 hingga 11,1 mmol/L.
Gejala hiperglikemia berkembang perlahan selama beberapa hari atau minggu.
Makin lama kadar gula darah tetap tinggi, bisa semakin serius gejalanya.
Namun, beberapa orang yang sudah menderita diabetes tipe 2 untuk waktu yang lama mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun meskipun kadar gula darahnya tinggi.
Mengenali tanda dan gejala awal hiperglikemia dapat membantu penderita diabetes mengobati kondisi tersebut dengan segera.
Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi gejala awal gula darah tinggi:
* Sering buang air kecil
* Rasa haus yang meningkat
* Penglihatan kabur
* Kelelahan
* Sakit kepala
Jika hiperglikemia tidak diobati, dapat menyebabkan keton menumpuk di darah dan urine.
Tanda dan gejalanya antara lain:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-diabetes-freepik.jpg)