Senin, 13 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

Cak Mid Diusulkan Sebagai Mestro Musik Dambus, Melestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Salah satu karya lagu Dambus ciptaan Cak Mid yang sangat populer, berjudul Abu Samah sudah direkam di studio

Editor: Fitri Wahyuni
Bangkapos.com/Edwardi
Cak Mid, seniman musik dambus Bangka. 

BANGKAPOS.COM - Tokoh masyarakat Kampung Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Abdul Hamid Saleh (71) alias Cak Mid selama ini dikenal sebagai tokoh seniman musik dambus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada setiap perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram, saat sebelum ada musibah wabah pandemi Covid‑19, para seniman musik dambus yang ada di Pulau Bangka tanpa diundang selalu membuat konser atau festival musik dambus di rumah tokoh seniman Dambus Bangka ini.

Tidak mengherankan karena Cak Mid memang sudah dianggap 'Maestro' Dambus Bangka yang menjadi panutan dan dihormati para seniman musik dambus.

Salah satu karya lagu Dambus ciptaan Cak Mid yang sangat populer, berjudul Abu Samah sudah direkam di studio dan bisa dilihat di YouTube.

Baca juga: Erwin Adiyasha: Penumpang Yang Terbang Kebutuhan Mendesak dan Tugas

Cak Mid mengungkapkan alat musik dambus merupakan alat musik petik seni tradisi khas Bangka dengan ciri khas berkepala rusa, berperut kecil dan bersenar tali nilon (tali pancing) sebanyak 8 senar.

"Mengapa gitar dambus harus menggunakan senar tali nilon, kenapa tidak diganti dengan tali senar gitar akustik atau lainnya, karena memang tali senar nilon itulah khas bunyi gitar dambus, kalau diganti senar yang lain maka bunyi suaranya tidak menjadi khas lagi," jelas Cak Mid ditemui di rumahnya, Kamis (12/8).

Sejak usia 10 tahun, Cak Mid sudah menekuni dunia seni musik dambus dengan belajar dari orangtuanya yang mahir memainkan musik dambus.

"Kalau malam hari bapak saya sering main gitar musik dambus, beliau mengenalkan dan mengajarkan berbagai lagu dan irama musik dambus kepada saya sejak kecil, apa yang diajarkan itu terus terekam dan melekat di otak saya sehingga saya juga mahir memainkan gitar musik dambus hingga saat ini," ungkap Cak Mid.

Diakuinya melalui kemahiran memainkan musik dambus ini, ia bisa melalang buana ke seluruh Indonesia dari Aceh hingga ke NTT untuk tampil di berbagai even festival seni tradisional.

Bahkan melalui dambus ini pernah juga diundang ke luar negeri, yakni Negeri Jiran Malaysia.

"Waktu tampil di Malaysia, saya bertemu Menteri Kebudayaan Malaysia, saat itu beliau menawarkan saya untuk mengajarkan musik Dambus disana dengan kontrak selama 2 tahun, namun setelah saya konsultasikan dengan Bapak Bupati Bangka saat itu Almarhum Eko Maulana Ali, beliau berkata kalau kamu pergi ke Malaysia sama saja dengan menjual seni tradisional aset Bangsa, akhirnya saya menolak tawaran Menteri Kebudayaan Malaysia itu untuk mengajarkan dambus disana," ungkap Cak Mid.

Baca juga: Tunjangan Puluhan Juta DPRD Babel Berpotensi Jadi Korupsi, Akademisi UBB Ingatkan Begini

Menurutnya muik Dambus ini merupakan warisan budaya bangsa tak benda yang harus dilestarikan dan jangan sampai punah di Indonesia umumnya dan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya.

"Musik dambus ini ada beberapa jenis, seperti dambus tunggal yakni si pemain musik dambus memainkan sendiri sambil bersenandung, ada juga musik dambus yang dipadukan dengan peralatan lainnya seperti gendang, keyboard, biola, acordion, gitar bas, intinya bagaimana kita mengemas dambus ini jangan sampai membuat pendengar bosan karena itu harus bisa mengikuti perkembangan jaman saat ini, supaya generasi muda juga lebih tertarik untuk mempelajari musik dambus ini, " tukas Cak Mid.

Dilanjutkannya, saat ini sudah waktunya ada regenerasi terhadap para pemusik dambus di Bangka, karena itu saat ini melatih puluhan pemuda untuk berlatih musik dambus di rumah ini.

"Kita berharap jangan sampai saat saya sudah tidak ada lagi, maka musik dambus ini ikut punah, jangan sampai hal itu terjadi, ayo kita lestarikan musik dambus ini sebagai warisan budaya tak benda di Bumi Serumpun Sebalai ini," harap Cak Mid.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved