Gerilya Sepanjang 1.009 Kilometer Singgah di Rumah Warga, Pak Dirman Hanya Mau Disebut 'Kang'
Pak Dirman tidak mau disebut jenderal ataupun komandan, hanya mau disebut 'kang' atau kakak.
Saat ini, seluruh alat yang dipakai Pak Dirman sudah dibawa ke museum, sementara itu di halaman rumahnya didirikan monumen yang ditandatangani oleh istri Soedirman pada tahun 1995. Di monumen dibuat replika tandu dan patung Jenderal Soedirman.
"Di sini makan telur," kata Siswo Suparjiyo yang rumahnya juga tak jauh dari Jenderal Soedirman menginap.
Setelah menginap selama hampir 12 jam, Jenderal Soedirman melanjutkan perjalanan ke Playen dengan berjalan kaki dan Pak Dirman masih ditandu selama dua jam.
Kepala Kundho Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Gunungkidul Agus Kamtono mengatakan, pihaknya sudah membukukan rute Jenderal Soedirman saat perang gerilya di Gunungkidul.
"Perjuangan Jenderal Soedirman ternyata di Gunungkidul tempat persinggahan banyak sekali, ada di Paliyan, Playen, Ponjong, dan ada di Karangmojo," ujar Agus.
Baca juga: Dokter Anestesi 1,5 Tahun Kontak Langsung dengan Pasien Covid, InsyaAllah Belum Pernah Tertular
Banyaknya lokasi persinggahan karena waktu itu Gunungkidul masih banyak hutan.
Sejak tahun 2019, kata Agus, pihaknya bekerja sama dengan Kodim 0730 Gunungkidul melakukan pelacakan terhadap peran masyarakat dalam perang gerilya Jenderal Soedirman. Alhasil, muncullah buku 'Peran Gunungkidul dalam Perang Gerilya Jendral Soedirman'.
Perlu diketahui, Panglima Jenderal Soedirman lahir di Kabupaten Purbalingga pada 24 Januari 1916. Ia meninggal pada 29 Januari 1950 di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusuma Negara, Yogyakarta. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/samiyem-pemilik-rumahnya-yang-disinggahi-jenderal-soedirman.jpg)