Selasa, 28 April 2026

bangka pos hari ini

Siagakan Ekskavator Keruk Pasir Alur Muara Air Kantung, Perahu Nelayan Ukuran Besar Bisa Lewat

Perahu milik nelayan yang hendak melintas di antara gundukan pasir tersebut, langsung mengurangi kecepatan dan bermanuver dengan tepat.

Editor: Fitri Wahyuni
(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)
Perahu nelayan saat melewati muara Air Kantung di pelabuhan Jelitik, Sungailiat, Bangka, Rabu (25/8/2021). 

BANGKAPOS.COM -  Gundukan pasir setinggi puluhan meter terlihat saat memasuki kawasan Muara Air Kantung, Pelabuhan Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (25/8/2021).

Perahu milik nelayan yang hendak melintas di antara gundukan pasir tersebut, langsung mengurangi kecepatan dan bermanuver dengan tepat.

Hal ini dilakukan agar perahu tidak kandas dan terhenti di tengah tengah muara. Belum lagi, kondisi ini akan semakin menyulitkan, jika ada dua perahu nelayan yang berpapasan dan melintasi muara tersebut dalam waktu yang bersamaan.

Baca juga: Gubernur dan Bupati Bateng Bahas Pengendalian Banjir, Tempat Tinggal Warga di DAS Akan Direlokasi

Kasman (39), nelayan setempat, mengakui perahu miliknya sudah beberapa kali kandas dan terjebak di muara tersebut.

Bahkan diakuinya, hampir kebanyakan perahu nelayan di Pelabuhan Jelitik pasti pernah kandas di sana.

Jika kandas, dirinya terpaksa harus mendorong perahu miliknya atau meminta ditarik oleh perahu lain agar dapat kembali ke jalur perlintasan yang aman.

"Perahu saya padahal enggak terlalu besar, tapi masih saja sering kandas," ucap Kasman saat dijumpai di pesisir muara.

Dirinya bersama nelayan lain pun harus pandai pandai mencari waktu dan jalur yang tepat agar perahu miliknya tidak kandas.

"Kalau airnya lagi surut kita enggak berani ngeluarin perahu, soalnya pasti kandas," ungkapnya.

Baca juga: Sinergi dengan Organisasi Kepemudaan, PT Timah Tbk Salurkan Bantuan untuk Dua Organisasi

Menurut Kasman, penyempitan dan pendangkalan Muara Air Kantung ini sudah terjadi selama bertahun tahun dan tidak ada perubahan yang signifikan. Selama ini solusi dari pendangkalan muara tersebut hanya dilakukan pengerukan pasir oleh ekskavator.

Padahal diakuinya, pengerukan pasir seperti itu tidak dapat menyelesaikan masalah pendangkalan.

"Kalau pakai ekskavator ya cuma gitu gitu saja, paling pasirnya dikeruk terus ditaruh di pinggir pinggirnya.Sedangkan nanti kalau air pasang, pasir pasir tersebut akan turun lagi ke air," katanya.

Ia memberi saran alangkah baiknya jika pasir pasir tersebut disedot menggunakan kapal isap dan dibuang agak jauh dari lokasi muara.

"Meskipun eskavator selalu siaga di situ, tapi enggak bakal ada habisnya. Orang pasirnya cuma di situ situ doang," pungkasnya.

Kasman berharap, masalah pendangkalan yang sudah terjadi bertahun tahun ini dapat dicarikan solusinya oleh pihak yang berwenang. Sehingga, ia dan para nelayan lainnya tidak perlu risau jika hendak melintasi muara tersebut.

Baca juga: Fantastis, Ternyata Segini Jumlah Utang Para Obligor BLBI dan Tommy Soeharto yang Ditagih Negara

Situasi muara Air Kantung Sungailiat terlihat mulai lancar dilewati perahu nelayan dan juga ada alat berat yang bekerja mengeruk alur muara.
Situasi muara Air Kantung Sungailiat terlihat mulai lancar dilewati perahu nelayan dan juga ada alat berat yang bekerja mengeruk alur muara. (Bangkapos.com/Edwardi)

Keluhan para nelayan terhadap pendangkalan alur Muara Air Kantung Sungailiat akhirnya ditanggapi PT Pulomas Sentosa.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved