Rabu, 8 April 2026

bangka pos hari ini

Mikron: Satgas Fokus Evaluasi Penanganan Covid 19 di Babel, Data Terkonfirmasi Harus Update

pada prinsipnya pemerintah telah berupaya untuk melakukan penekanan kasus Covid 19 di Babel sejak awal masuk hingga saat ini.

Editor: Fitri Wahyuni
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM -  Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel) menyoroti soal pelaporan data kasus harian, yang sering kali tidak update. Sehingga terjadi penurunan disaat akhir pekan.

"Kita ini mendorong terus untuk tracking, testing treatmen termasuk, memperbaiki update data. Karena kadang kadang terjadi lonjakan dan sering tidak stabil dari pendataan di Babel ini. Seperti hari libur sedikit kasus terkonfirmasi, sementara hari Selasa, Rabu, Kamis melonjak dari hasil testing. Termasuk keterlambatan kita mengirim data hari ini disampaikan besok yang seharusnya data hari ini disampaikan hari ini juga," kata Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa, Jumat (3/9/2021).

Dia mengatakan, pihaknya akan lebih fokus terhadap evaluasi penanganan Covid 19 di Babel, terutama persoalan data terkonfirmasi harus update dan terbaru.

Baca juga: Varian Delta Diindikasikan Masuk di Bangka, Vaksinasi Perdana Untuk Pelajar SMP

Sedangkan dari hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait penanganan Covid-19 di Babel, menurut Mikron pihaknya sudah melakukan apa yang telah disampaikan oleh mendagri, dalam upaya mengendalikan kasus Covid 19.

"Betul selama ini sering pakai gas dan rem pada waktu peningkatan dan pembatasan pembatasan, untuk penyekatan seperti di pelabuhan dan bandara sudah pernah kita laksanakan," jelas Mikron.

Dia mengatakan pada prinsipnya pemerintah telah berupaya untuk melakukan penekanan kasus Covid 19 di Babel sejak awal masuk hingga saat ini.

"Kita ketahui memang saat ini yang menyebabkan tingginya penyebaran karena virus varian delta yang membuat sangat cepat menular, karena varian baru terbukti telah meningkatkan keterjangkitan enam kali lipat," katanya.

Kemudian berkaitan penyekatan dan pengawasan bandara dan pelabuhan yang disampaikan Mendagri, telah pernah dilakukan oleh Pemprov Babel.

"Kita sudah melakukan penyekatan, pembatasan, pintu masuk baik di bandara, sudah dilakukan diawal awal wabah corona kita malahan memberikan satu hari satu maskapai pesawat hanya satu yang mendarat di Babel," tegasnya.

Baca juga: Mendagri Tito Evaluasi Penanganan Covid-19 di Babel, Ini Kata Satgas Covid-19 Babel

Senada disampaikan, Juru Bicara Satgas Covid 19, Andi Budi Prayitno, mengatakan, dalam kunjungan Mendagri Tito Karnavian meminta masyarakat yang terpapar Covid 19 agar dapat dirawat di isolasi terpusat, karena memiliki fasilitas dan perawatan yang lebih memadai.

"Ia meminta agar tren penurunan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio/BOR dan tingkat kematian fatality rate akibat Covid 19 saat ini musti disikapi dengan langkah antisipatif sudah dilakukan,"kata Andi

Andi menambahkan, warga diminta jangan terlena disaat angka penyebaran turun, karena kondisi Covid 19 bersifat dinamis, bergantung pada capaian vaksinasi dan berkait dengan upaya masyarakat sendiri dalam menerapkan Protokol Kesehatan.

Baca juga: Tarif Pemeriksaan Rapid Antigen di Labkesda Bangka Belitung Rp100 Ribu

"Meminta pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi penyebaran varian Delta yang sudah terdeteksi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memaksimalkan realisasi pembayaran insentif tenaga kesehatan atau nakes,"terangnya. (riu).

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved