Horizzon
Episode PPKM Masih Berlanjut
MENGINGATKAN saja, meski tak seheboh dua bulan lalu, atau sekitar bulan Juni atau Juli 2021, Covid-19 masih ada di sekitar kita
Kembali kepada proses belajar menghadapi pandemi, kita masih ingat pemerintah melahirkan sejumlah kebijakan mulai dari PSBB (pembatasan sosial berskala besar), PSBB Ketat, PSBB Transisi, yang kemudian pada Januari 2021 muncul istilah PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), PPKM Mikro, PPKM Darurat hingga yang terakhir adalah PPKM dengan ukuran level.
PSBB lahir pertama pada 10 April hingga 23 April 2020 yang berawal dari permintaan Pemprov DKI ke pemerintah pusat. PSBB berlanjut pada 24 April hingga 4 Juni 2020. Di era ini kita mengingat saat itu penerbangan komersial dihentikan. Di era PSBB 24 April hingga 4 Juni 2020 ini juga muncul larangan mudik.
PSBB berikutnya adalah periode 5 Juni hingga 10 September 2020 yang melahirkan wacana tes antibodi sebagai syarat penerbangan. PSBB era ini juga melahirkan wacana new normal di masyarakat kita.
Terkait jumlah kasus yang meningkat, PSBB Ketat akhirnya diberlakukan pada periode 14 September hingga 11 Oktober 2020, kemudian periode 12 Oktober 2020 hingga 11 Januari 2021 dan terakhir adalah PSBB periode 11 Januari hingga 25 Januari 2021. Dari salah satu fase tersebut, yang muncul adalah kebijakan tes antigen menggantikan tes antibodi sebagai syarat penerbangan.
Era PPKM muncul pertama kali pada 26 Januari hingga 8 Februari 2021. Kemudian pada 9 Februari hingga 28 Juni menggunakan istilah PPKM Mikro. Pada 3 Juli hingga 25 Juli muncul istilah baru yaitu PPKM Darurat an kemudian berlanjut lagi pada 26 Juli hingga 2 Agustus dengan PPKM menggunakan parameter level.
PPKM dengan parameter level ini berulang kali diperpanjang dengan variasinya hingga terakhir akan berakhir pada 6 September 2021.
Kita harus jujur, di era PPKM menggunakan level ini, pengetatan yang dilakukan begitu terasa hingga memunculkan gejolak di masyarakat. Gelombang penolakan terjadi di mana-mana seiring dengan terpuruknya beberapa sektor ekonomi di masyarakat.
Namun belajar dari sebelumnya, hampir pasti, kebijakan PPKM ini tampaknya masih akan berlanjut. Ini bisa jadi salah, namun ada melanjutkan program kebijakan PPKM dengan variasi menurunkan level akan membuat publik lupa bahwa kebijakan PPKM adalah kebijakan paling tidak populis yang pernah diambil pemerintah.
Melanjutkan kebijakan PPKM namun menurunkan levelnya dimungkinkan akan menjadi kebijakan terakhir dengan tajuk PPKM ini. Benar atau tidak dugaan ini, kita bisa segera menyimaknya tak lama lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ibnu-taufik-jr.jpg)