bangka pos hari ini
Dialog Ruang Tengah Bersama Disperindag Babel, IKM Jahe Merah Ikut Tingkatkan Imunitas Pasien Isoman
Melalui program Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, para pelaku IKM jahe merah ikut berkontribusi meningkatkan imun tubuh para pasien Isoman
BANGKAPOS.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berkontribusi menggerakan ekonomi para industri kecil menengah (IKM) di tengah pandemi Covid 19.
Melalui program Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, para pelaku IKM jahe merah ikut berkontribusi meningkatkan imun tubuh para pasien isolasi mandiri (Isoman).
"IKM jahe merah dimulai adanya program Pak Gubernur, Baznas dan Kantor Pos untuk membantu para Isoman karena terpapar Covid 19, ada program memberikan bantuan kepada mereka berupa produk jahe merah, dan ada obat obat yang telah ditentukan," ujar Kepala Disperindag Babel, Tarmin dalam Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Rabu (8/9/2021).
Diakui Tarmin, program bantuan berupa produk untuk meningkatkan imunitas masyarakat ini memberikan multi efek yang baik.
Baca juga: Bangka Tertinggi, Ini Sebaran 297 Kasus Covid-19 di Bangka Belitung 7 September
Pasalnya, tak hanya meningkatkan imunitas, para Isoman juga menggerakkan ekonomi para pelaku IKM dan petani jahe merah.
"Kita mencoba memperkenalkan jahe merah, kita fokuskan dulu ke Isoman, dari literatur yang kita baca sangat bermanfaat bagi tubuh, dengan melawan Covid 19 maka diharapkan dapat meningkatkan imunitas," katanya.
Disperindag saat ini membina 13 IKM Jahe Merah. Namun menurutnya, tidak seluruh dapat berpartisipasi dalam program ini.
"Karena IKM itu ada yang memenuhi persyaratan, seperti memiliki sertifikat halal, baru kami ikutkan, kalau tidak maka harus dilengkapi dulu syaratnya. Karena ini untuk para Isoman dan masuk ke dalam tubuh maka harus sangat diperhatikan," jelasnya.
Baca juga: Sehari, Target 10.000 Vaksin, Dinkes Upayakan Ketersediaan Stok Vaksinasi
Baca juga: Kemenag Persilakan Pondok Pesantren PTM
Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Industri Disperindag Babel, Subekti Saputra mengatakan sudah hampir 3.000 pasien Isoman yang menerima bantuan dengan jumlah 1,2 ton jahe merah atau 12.000 kemasan produk jahe merah.
Sesuai kesepakatan, program ini akan dibagikan kepada 4.000 orang yang menjalankan Isoman. Sisanya, akan didistribusi sesuai kondisi.
"Alhamdulillah dengan program ini untuk jahe merah dapat terangkat, ini sebagai bentuk konkret kita untuk melakukan hilirisasi, tidak hanya menjual jahe merah saja tetapi sudah diolah agar memiliki nilai jual yang tinggi," kata Bekti.
Ia menjelaskan Disperindag Babel berusaha mengakomodir untuk menggerakan pelaku IKM, dari perizinan dokumen, halal serta pengemasan.
"Dari perizinan juga kita bantu, kalau terkait produk makanan juga harus ada izin edarnya, setiap tahun kita bantu. Selain itu Pemprov juga memiliki rumah produksi untuk membantu memudahkan para pelaku usaha, lebih irit tidak perlu pesan ke luar daerah, ada tim desain dan tidak ada minimal order, berapa pun akan dilayani," kata Subekti.
Baca juga: 2 Kabupaten Belum Boleh PTM, Gubernur Babel Minta Orangtua Ikut Divaksin
Tuti Herawati, satu di antara pelaku usaha IKM jahe merah, ikut merasakan efek program ini. Pasalnya, setelah ada program ini, dirinya bisa memproduksi jahe merah lebih banyak dari biasanya.
"Bisa sampai 40 Kg per bulan, bahkan ini bisa membantu memberikan pekerjaan pada orang lain, saya bersyukur dengan program ini," kata Tuti.
Tuti mengakui awalnya bukan menekuni usaha jahe merah. Namun, karena kondisi pandemi Covid 19 membuatnya harus memutar haluan agar tetap bertahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210908-ruang-tengah-bangkapos.jpg)