bangka pos hari ini
Sehari, Target 10.000 Vaksin, Dinkes Upayakan Ketersediaan Stok Vaksinasi
"Stok vaksin kita fluktuasi setiap harinya, karena satu hari itu kita 150 200 dosis penyuntikan, terus kita kejar"
BANGKAPOS.COM - Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan 10.000 penyuntikan vaksinasi per hari di wilayahnya.
Hal ini dimaksimalkan, agar herd immunity atau kekebalan kelompok hingga 90 persen dari jumlah penduduk dapat tercapai.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim mengatakan Pemkot Pangkalpinang terus mengupayakan ketersediaan stok vaksinasi.
Baik jenis Sinovac, Moderna, dan AstraZeneca.
"Stok vaksin kita fluktuasi setiap harinya, karena satu hari itu kita 150 200 dosis penyuntikan, terus kita kejar bahkan lebih dari itu baik yang datang ke Puskesmas ataupun yang kita laksanakan massal," ujar Hakim, Rabu (8/9/2021).
Hakim mengatakan target tersebut perlu diakselerasi agar kekebalan komunal (herd immunity) segera terwujud. Termasuk, mengurangi kekhawatiran masyarakat dan dunia usaha, hingga ekonomi kembali menggeliat.
"Kita berharap terus dapat meningkatkan ini, karena suplai vaksin kita cukup dan kita bisa lakukan itu dengan tata kelola yang baik, target vaksinasi kita per harinya juga terus kita tambahkan," katanya.
Baca juga: IKM Jahe Merah Berkontribusi Tingkatkan Imunitas Para Isoman, Program Pemprov Beri Multi Efek Baik
Ia juga merincikan ketersediaan vaksin di wilayahnya hingga saat ini.
"Saat ini kita masih ada 5.000-an stok vaksin jenis Moderna, AstraZeneca tinggal puluhan, Sinovac masih ada 4.500-an. Nah ini kita terus meminta pusat ada penambahan agar cita cita kita untuk herd immunity itu benar benar tercapai," jelasnya.
Diakuinya, memang saat ini khusus vaksin Sinovac, lebih banyak dan fokus menyasar para pelajar di Kota Pangkalpinang.
"Kalau pelajar memang yang boleh digunakan baru Sinovac, jadi stoknya pun di kita lebih banyak. Seperti kemarin kita penyuntikan vaksin untuk 500 pelajar di Pangkalpinang," jelasnya.
Isoter
Selain percepatan vaksinasi, Pemkot Pangkalpinang juga melakukan perbaikan isolasi terpadu (Isoter) di UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pangkalpinang, tepatnya di wilayah Tuatunu.
Pihaknya menargetkan dua pekan ke depan perbaikan ini rampung.
Baca juga: PT Timah Komitmen Bantu Tangani Covid-19, Serahkan 100 Tabung ke RSBT Pangkalpinang
Baca juga: 2 Kabupaten Belum Boleh PTM, Gubernur Babel Minta Orangtua Ikut Divaksin
Pemkot Pangkalpinang memang menambah tempat Isoter di UPT SKB Kota Pangkalpinang. Padahal sebelumnya, hanya ada satu Isoter yang berada di eks Puskesmas Girimaya, tepatnya di lingkup Perkantoran Wali Kota Pangkalpinang, yang memiliki 15 kamar dengan kapasitas 30 tempat tidur.
Pengelola SKB sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang, Eddy Supriadi mengakui nantinya ada 16 kamar yang disediakan beserta WC di dalam kamar tersebut. Dalam satu kamar, bisa menampung dua orang atau disediakan dua tempat tidur dengan pembatas.
"Mungkin dua minggu lagi selesai itu, saat ini sedang pengecatan dibersih bersihlah semuanya, paling lama tiga minggu lagi. Ada 16 kamar yang direhab, tapi satu kamar bisa terisi dua orang jadi mungkin bisa menampung sekitar 30-an orang," ujar Eddy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kapolda-babel-tinjau-vaksinasi-massal-pelajar-dan-masyarakat-di-masjid-raya-tuatunu.jpg)