bangka pos hari ini
Bangka Belitung Dapat Bantuan Kuota Internet Gratis, Siswa SD Dapat 10 GB per Bulan
siswa yang mendapatkan kuota tersebut berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) yang ada di setiap sekolah.
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Fitri Wahyuni
PANGKALPINANG, BANGKA POS - Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan bantuan kuota internet gratis tahun 2021 untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI telah mulai disalurkan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dindik Babel, M Soleh, Senin (20/9).
"Terkait kuota pulsa yang diberikan Kemendikbud Ristek ke guru, kemudian pelajar untuk pembelajaran online telah disalurkan. Saya sudah tahu, karena ada guru menyampaikan sudah menerima kuota dari program pemerintah pusat itu," kata Soleh.
Soleh menjelaskan siswa yang mendapatkan kuota tersebut berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) yang ada di setiap sekolah. "Kalau siswa terdaftar di Dapodik pasti mendapatkan.
Dalam data ada mencantumkan nomor handphone, kalau tidak dapat ada yang salah, apa itu handphonenya mati, nomor tidak aktif atau nomor ada yang salah," tegasnya.
Baca juga: Defisit APBD 2021 Capai Rp91,8 M, Wali Kota Pangkalpinang Kejar Herd Immunity
Soleh meminta siswa melaporkan ke pihak sekolah apabila ada siswa tidak mendapatkan kuota. Hal ini agar dilakukan upgrade data pokok pendidikannya.
"Misal tidak ada dapat melaporkan ke operator sekolah, apakah ada kesalahan di nomornya, ganti nomor, dapat diperbaharui data Dapodik diupgrade," jelasnya.
Soleh, menjelaskan program pemerintah ini tentunya sangat diharapkan oleh orang tua siswa. Terutama di masa Pandemi Covid-19 ditambah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Babel.
Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Bangka Masuk 10 Kabupaten/Kota Berstatus PPKM Level 4
"Tujuan program ini untuk membantu pembelajaran online, karena kendalanya ada siswa ini yang kurang mampu untuk beli kuota. Sehingga menggangu pembelajaran menggunakan paket yang cukup besar," katanya.
Selain bantuan dari kementerian, Soleh mengatakan pihak sekolah juga dapat menggunakan anggaran biaya operasional sekolah untuk membantu siswa dalam pembelajaran online.
"Dari dana BOS dapat disesuaikan untuk digunakan, kita harapkan sekolah bisa mengatasi masalah itu," harapnya.
Baca juga: Dua Jam Pencarian ABK KMP Musi 1, Tim Gabungan Cari Hingga Perairan Tanjung Ular
Dalam proses
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi mengakui bantuan kuota internet tersebut, hingga kini belum cair. Hal ini diakuinya, berdasarkan laporan masing-masing sekolah.
"Kita masih cek di sekolah tapi sampai sekarang informasinya belum ada yang mendapatkan, untuk SD dan SMP sampai sekarang belum ada, mungkin saat ini sedang dalam proses mohon bersabar dulu," kata Eddy.
Eddy merincikan ada 25.903 jumlah peserta didik SD dan 10.939 peserta didik SMP serta 1.200 tenaga pendidik yang akan mendapatkan kuota intermet.
"Jadi teknis setiap sekolah kita data ada berapa, ini tanpa pengecualian semuanya mendapatkan, jadi operator langsung ke data pokok pendidikan (Dapodik) jadi sekolah langsung ke pusat, langsung ke nomor handphone siswa-siswi yang digunakan untuk pembelajaran," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210628-m-soleh.jpg)