bangka pos hari ini
BOR 4 Rumah Sakit Turun Drastis, Kasus Covid-19 di Pangkalpinang Terus Melandai
Jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di empat rumah sakit rujukan Covid-19 di Pangkalpinang, sudah menurun drastis.
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Fitri Wahyuni
BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat saat ini jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di empat rumah sakit rujukan Covid-19 di Pangkalpinang, sudah menurun drastis hingga Selasa (21/9/2021).
Pihak ini mencatat BOR rumah sakit tidak lagi mencapai 50 persen.
Kepala Dinkes Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim mengatakan tren penurunan ini sudah terlihat sejak akhir Agustus 2021, hingga saat ini.
Namun, pihaknya meminta masyarakat untuk tak abai dengan protokol kesehatan. "Yang antre di UGD Covid-19 juga sudah tidak ada lagi," jelas Hakim.
Bagian Informasi Data Covid-19 RSBT Pangkalpinang, dr Febry mengakui hingga saat ini masih ada 35 pasien yang dirawat di ruang isolasi Covid-19 RSBT.
"Semoga kasus kita terus melandai, Alhamdulillah sekarang tidak sampai menunggu lagi di UGD, jadi pasien yang masuk langsung bisa masuk ruang rawat inap tanpa mengantre lagi di UGD," jelas Febry.
Baca juga: Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkab Bangka Selatan Berikan Bantuan IKM ke Warga
Hal senada disampaikan Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Muhamad Fauzan. Saat ini, pihaknya hanya merawat 10 pasien Covid-19.
Bahkan pihaknya mengakui sudah menutup satu gedung tempat isolasi di rumah sakit, karena tidak banyak lagi yang mengisi.
"Sebelumnya kita menggunakan empat gedung, satunya sudah kita tutup sekarang tinggal tiga, di mana total bed yang tersedia ada 55 bed, dan saat ini yang terisi hanya 10 pasien," ungkap Fauzan.
Plt Direktur RSUP Ir Soekarno, dr Bahrun Siregar menyampaikan hal serupa. Saat ini, pihaknya hanya menangani 24 pasien, dengan rincian 18 pasien bergejala berat dan 6 pasien bergejala sedang.
"Sudah menurun sekarang pasien yang dirawat kalau dibanding dengan kemarin, kalau kemarin di ISO yang bergejala berat itu penuh, sekarang hanya 18 orang saja," ujar Bahrun.
Baca juga: 593 Warga Divaksin Oleh Alumni AKABRI 98, Kombes Pol Anissullah: Antusiasme Warga Semakin Tinggi
Dampak PPKM
Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai berhasil menekan kasus positif Covid-19. Dengan kebijakan PPKM, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang saat ini sudah menurun.
Berdasarkan data dari Dinkes Pangkalpinang, pada Senin (20/9/2021), tercatat hanya ada penambahan tujuh kasus Covid-19. Termasuk, pada Minggu (19/9/2021), hanya bertambah 16 kasus. Totalnya, saat ini ada 331 pasien yang masih menjalani isolasi.
Kepala Dinkes Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim membenarkan jika tren kasus Covid-19, sudah menurun sejak akhir bulan Agustus 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210716-dr-masagus-m-hakim.jpg)