bangka pos hari ini
Babel Unggulkan Danau Pading, Disparbudpora Peringati Hari Pariwisata Dunia 2021
Disparbudpora Babel mengunggulkan wisata Danau Pading, Desa Perlang, dalam kegiatan promosi pariwisata yang akan digelar pada Senin (27/9).
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Fitri Wahyuni
BANGKAPOS.COM - Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudpora) Babel mengunggulkan wisata Danau Pading, Desa Perlang, Kecamatan Lubukbesar, Bangka Tengah, dalam kegiatan promosi pariwisata yang akan digelar pada Senin (27/9/2021).
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) 2021 dan momentum Hari Jadi ke-21 Provinsi Babel pada 21 November 2021.
Kepala Disparbudpora Babel, Suharto mengatakan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayahnya.
Diakuinya, pemilihan lokasi di Danau Pading sebagai upaya memperkenalkan destinasi wisata itu agar lebih banyak dikenal wisatawan luar daerah.
"Nanti akan membicarakan wacana 21 destinasi wisata di Babel, wisata kita sudah mulai dilirik dari luar, misalnya di Belitung, ada wisata Geopark, ini tentu ada kemajuan dari upaya pemerintah," ujar Suharto, Sabtu (25/9/2021).
Baca juga: Zaidan Pimpin ABUJAPI Babel, Siap Sejahterakan Profesi Satpam
Ia menilai wisata di Babel banyak yang berpotensi untuk dikenal wisatawan. Sehingga, upaya promosi penting untuk digencarkan. "Kita yang jelas sudah melakukan pendekatan dengan media massa, untuk memberikan informasi dan diharapkan sinergi ini terus berjalan," katanya.
Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwariyanto menyambut baik upaya pemerintah daerah melakukan promosi pariwisata di Babel.
"Semoga ini menjadi langkah awal keseriusan pemerintah daerah mempromosikan pariwisata di Babel, selama ini belum ada langkah konkrit dimulai dari promosi, anggaran dan pembangunan infrastruktur bahkan kebijakan," kata Taufik.
Dirinya menyarankan agar Babel memiliki ciri khas tersendiri yang tak hanya sekedar tempat wisata.
"Apa temanya? Kita harus punya kisah di Babel ini, kita mesti menciptakan ikon, dan ciptakan tema. Selain itu silakan gandeng media, sebagai mitra strategis baik media mainstream dan media sosial dalam mempromosikannya," kata Taufik.
Baca juga: Lowongan Kerja di PT Telkom Indonesia, Ada 38 Posisi Buat Kamu, Simak Syarat dan Cara Mendaftar
Sebelumnya diketahui, belum lama ini viral di aplikasi TikTok video mengisahkan perjuangan sekelompok pemuda Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah yang berinisiatif membangun destinasi wisata di desanya.
Mereka memanfaatkan lubang bekas galian tambang, sebagai lokasi wisata alam yang kini dikenal dengan nama Danau Pading.
Dalam video berdurasi 45 detik itu, mereka juga menceritakan awalnya sempat diremehkan penduduk setempat, namun perjuangan kelompok pemuda itu akhirnya berbuah manis.
Kini, lokasi wisata tersebut berkembang pesat dan selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan.
Tak diduga, video tersebar di media sosial yang menceritakan perjalanan sekumpulan pemuda mendirikan Danau Pading ini mendapat perhatian dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Slahuddin Uno.
Sandiaga bahkan tak segan-segan memuji kerja keras pemuda-pemuda kreatif tersebut dengan memberikan sebuah komentar. "Wow keren!," seru Sandiaga Uno dalam komentarnya.
Tak cukup hanya mengomentari video tersebut, Sandiaga pun kemudian menghubungi para pemuda tersebut dan melakukan video call.
Dalam percakapan video call itu, Sandiaga Uno memuji dan sangat mendukung kerja keras para pemuda Desa Perlang ini.
"Benar-benar inspiratif banget nih. Pemuda Bangka Tengah menjadikan lahan bekas tambang timah menjadi destinasi wisata. Dulunya 34 hektar terbengkalai tidak terurus, sekarang menjadi tempat rekreasi destinasi wisata rakyat," puji Sandiaga Uno dalam video yang diunggah di akun instagramnya @sandiuno.
Baca juga: Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kelas II B Sungailiat Disuntik Vaksin Dosis Pertama
Ketua Pengelola Danau Pading, Sariwijaya mengaku tak menduga objek wisata yang mereka kelola bersama pemuda desa mendapat respon dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Sandiaga Uno.
Bahkan tak disangka-sangka, Sandiaga Uno baru-baru ini secara khusus mengundang mereka ke Jakarta untuk bertemu langsung dengannya di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Jaya bersama seorang rekannya pun berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan Sandiaga Uno pada Senin (20/9). Namun pertemuan tersebut tertunda lantaran Sandiaga sedang berada di Papua.
"Tapi Alhamdulillah, walaupun tidak bisa bertemu langsung, kita tetap bangga telah diundang beliau dan ini merupakan suatu penghargaan. Kita juga tidak menyangka dapat respom langsung dari beliau," sebutnya.
Selain menikmati keindahan panorama Bukit Pading, pengunjung juga bisa langsung menelusuri danau menggunakan perahu sekaligus mengabadikan momen saat menikmati destinasi wisata ini dengan tarif per orang Rp10.000 untuk dewasa, dan Rp5.000 untuk anak-anak.
Baca juga: Satgassus Vaksinasi Babel Targetkan Akhir September Capai 50 Persen, Upaya Jemput Bola Dimaksimalkan
Jaya menerangkan, selama pandemi Covid-19 pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada pengunjung yang datang.
"Karena situasi pandemi jadi kita sangat mengimbau dan mewajibkan sekali masyarakat menggunakan masker, dan kita juga sudah menyiapkan beberapa tempat cuci tangan," ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Danau Pading, akses yang dilewati berupa jalan aspal yang cukup mulus. Namun saat memasuki lokasi danau, harus melewati tanah puru sepanjang kurang lebih 150 meter.
Untuk jarak tempuh ke Danau Pading sekitar 30-40 menit dari Kecamatan Koba, Bangka Tengah dan kurang lebih 1 jam 30 menit dari Kota Pangkalpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (s2)
Sempat Direspon Negatif
Ketua Pengelola Danau Pading, Sariwijaya menceritakan inisiatif membangun objek wisata Danau Pading berawal dari diskusi yang akhirnya memotivasi para pemuda untuk bisa mengembangkan lokasi bekas tambang timah itu.
Ia mengungkapkan selama pembangunan destinasi wisata Danau Pading tidak hanya mendapat respon positif dari masyarakat, namun juga banyak respon negatif yang diterima.
Namun hal itu tidak mematahkan semangat mereka untuk membuat Danau Pading menjadi tempat wisata.
"Awal pembangunan Danau Pading ini banyak sekali respon negatif, tetapi kita tetap semangat dan bekerja keras untuk bisa membangun destinasi wisata ini," tukas Jaya.
Baca juga: Pasir Padi Bay dan Fitbar Gelar Swimming Competition Usia 10-15 Tahun dengan Prokes Ketat
Ia berharap ke depan destinasi wisata ini bisa dikelola menjadi lebih baik, serta menjadi destinasi wisata yang berkualitas dan dikenal secara nasional.
"Untuk prioritas pertama yang akan dikembangkan yakni akses jalan, listrik, dan fasilitas pendukung lainnya. Kebetulan juga Pak Menteri meminta kita untuk lebih fokus memperluas dan mengembangkan wisata Danau Pading ini," jelas Jaya.
Lanjut Jaya, saat ini pengelola menawarkan berbagai spot foto menarik yang instagramable bagi pengujung yang ingin mengabadikan momen kunjungan mereka di Danau Pading.
"Spot foto yang ditawarkan mulai dari akses jembatan di atas danau, ayunan yang berada di sisi danau, kursi-kursi kayu yang berjejeran di kawasan danau, hingga gubuk atau tenda yang didesain unik bagi pengunjung yang ingin beristirahat dan menikmati keindahan Danau Pading," ujarnya. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210921-danau-pading.jpg)