Bangka Pos Hari Ini
Risna Cemas Tunggu Hasil Tes, Waktu Pengumuman Seleksi Pertama CPPPK Guru Belum Ada Kepastian
Qadarisna (52) hanya bisa meratapi nasib ketika hasil seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK Guru batal diumumkan
Penulis: Herru Windharko | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Qadarisna (52) hanya bisa meratapi nasib ketika hasil seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK Guru batal diumumkan pada 24 September 2021.
Ini merupakan tahun pertama tenaga pendidik di SDN 6 Sungailiat, Kabupaten Bangka itu mengikuti seleksi CPPPK, setelah lebih dari 16 tahun mengabdi sebagai guru honorer.
Risna panggilan Qadarisna yang sudah menjadi guru honorer sejak tahun 2005 silam, sangat berharap bisa lolos menjadi CPPPK guru, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi.
Ia yang mengaku sudah beberapa kali pindah sekolah negeri maupun swasta untuk mengajar, sangat menantikan pengumuman hasil seleksi CPPPK Guru.
"Kemarin katanya tanggal 24 September mau diumumkan, tapi enggak tahu sampai sekarang belum ada juga," ujar Risna kepada Bangka Pos, Selasa (28/9).
Baca juga: Fajar Dibekuk Saat Makan Malam di Warung, Residivis Bobol 12 Rumah Warga
Baca juga: Agenda Gubernur Erzaldi Hari Ini Menghadiri Kegiatan Explore Babel di Belitung
Baca juga: Togel Online Dijadikan Penghasilan Tambahan, Angka Struk Belanja Swalayan Pun Dianggap Kode Buntut
Perasaan Risna pun campur aduk. Banyak pertanyaan di benaknya mengenai alasan pemerintah memundurkan jadwal pengumuman. Padahal, ia dan rekan-rekannya sesama guru honorer telah menyiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya.
Meskipun nilai yang ia peroleh melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), Risna mengatakan dirinya tetap saja belum bisa merasa lega dan deg-degan menunggu hasil pengumuman keluar seleksi PPPK.
Ketidakpastian jadwal pengumuman seleksi berkas pun membuat Risna semakin cemas. Apalagi seleksi PPPK guru Kabupaten Bangka hanya menerima 102 formasi guru dari total 613 peserta yang menginginkan posisi tersebut.
"Ya ditunggu-tunggu lah dulu, sabar-sabar aja meskipun rada deg-degan," tambahnya.
Risna menceritakan pernah mengikuti seleksi CPNS, namun tidak berhasil lulus.
"Dulu pernah sekali ikut CPNS, kalau sekarang kan sudah enggak bisa lagi karena umur sudah lewat. Jadi ya PPPK ini lah harapan satu-satunya buat mengubah status," pungkasnya.
Ia mengungkapkan sudah berusaha semaksimal mungkin agar bisa diangkat menjadi PPPK guru, termasuk menyampaikan aspirasi kepada DPRD Bangka.
"Lulus lah, pokoknya jangan sampai tidak lulus, saya mau lulus," tegasnya.
Tak jauh berbeda, disampaikan Santi (27) seorang guru honorer yang bertugas di SDN 28 Sungailiat.
Meskipun tak selama Risna, Santi yang sudah menjadi guru honorer sejak 2017 lalu juga sangat menantikan pengumuman hasil seleksi PPPK guru yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210915-gubernur-berikan-perhatian.jpg)