Selasa, 12 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Harga TBS Sawit di Bangka Tembus Rp2.820 per Kg, Persaingan Antar Pabrik CPO Mulai Sehat

Kenaikan harga TBS saat ini, karena jumlah hasil panen kelapa sawit para petani saat ini sedang sedikit, akibat sedang musim ngetrek.

Tayang:
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Edwardi
Buah kelapa sawit. 

BAKAM, BANGKA POS - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus merangkak naik.

Pada Kamis (07/10), tercatat harga TBS tingkat pabrik CPO, PT GCM (Gemilang Cahaya Mentari) Desa Tiang Tara, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, mencapai Rp2.820 per kilogram.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Bangka, Jamaludin mengakui kenaikan harga TBS saat ini, karena jumlah hasil panen kelapa sawit para petani saat ini sedang sedikit, akibat sedang musim ngetrek atau berhenti berbuah.

"Alhamdulillah harga TBS kelapa sawit semakin melambung hari ini di pabrik CPO PT GCM Rp2.820 per kg, para petani berharap harga TBS ini terus naik hingga Rp3.000 per kg," kata Jamaludin.

Diakuinya, kenaikan harga ini, juga dipengaruhi jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit atau CPO di Pulau Bangka yang sudah cukup banyak. "Sehingga terjadi persaingan harga kelapa sawit yang sehat antar pabrik CPO," ujarnya.

Baca juga: Harga Sawit dan CPO Capai Rekor Tertinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

Ia menjelaskan untuk harga TBS di tingkat petani saat ini Rp2.600 per kg diambil para pedagang pengepul kelapa sawit.

"Alhamdulillah dengan semakin tinggi harga TBS kelapa sawit ini, kehidupan para petani kelapa sawit juga semakin membaik dan makmur, para petani mampu membeli pupuk sesuai aturan standar dan terus menambah luasan kebun kelapa sawit nya," ungkap Jamaludin.

Selain itu menurutnya, saat ini harga bibit kelapa sawit siap tanam atau usia 8 bulan-12 bulan juga mengalami kenaikan. Semula di kisaran Rp60.000 per polibag, saat ini naik menjadi Rp70.000-75.000 per polibag.

"Bahkan saat ini para petani kesulitan mencari stok bibit kelapa sawit, sehingga ada petani yang harus mendatangkan bibit dari Palembang, Sumsel," jelasnya.

Ia juga menambahkan membaiknya harga TBS kelapa sawit saat ini, membuat para petani juga ramai membeli mobil jenis pikap bekas untuk kebutuhan mengangkut hasil panen kelapa sawit, pupuk dan saran prasarana lainnya di areal kebun.

"Saat ini para petani lagi tren membeli mobil pikap bekas untuk membantu memperlancar usaha kebun kelapa sawitnya, karena itu harga mobil bekas pikap saat ini cenderung naik di pasaran," ujar Jamaludin.

Bai, petani Sawit Desa Kimak, mengaku terakhir menjual TBS kelapa sawit ke pedagang pengepul Rp2.300 per kg.

"Kalau di Desa Kimak ini setiap petani yang panen kelapa sawit menyumbangkan Rp25 per kg untuk infaq pembangunan masjid, Alhamdulillah masyarakat Desa Kimak sampai saat ini sangat kompak dan konsisten dengan hal ini," kata Bai.

Baca juga: Kisah Bella, Wisudawati Terbaik Angkatan VIII Unmuh Babel yang Bercita-cita Menjadi Guru

Petani lainnya, Athung, yang merupakan Kelurahan Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat mengaku sudah didatangi Tim OPPAD untuk mendata kebun kelapa sawitnya.

"Memang sebenarnya kebun kelapa sawit ini milik keluarga kami tiga bersaudara, jadi bukan hanya milik saya sendiri, selaku warga negara yang baik kita siap mendukung program pemerintah, namun kami juga berharap pemerintah bisa membantu membuatkan surat tanah atas lahan kebun kami itu," harap Athung.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved