Bolehkah Maulid Nabi Muhammad SAW Diisi dengan Membaca Shalawat Bersama-sama, Ini Kata Buya Yahya

Perayaan maulid dengan sesuatu yang dicintai nabi yaitu ada sedekah, baca shalawat, baca Al-quran, tausiah membaca sejarah nabi dan silatuhrahim.

Penulis: Widodo | Editor: Alza Munzi
Tangkapan layar ceramah Buya Yahya di Kanal YouTube Al-Bahjah TV
Buya Yahya membahas imbauan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 

Jadi kita merayakan maulid nabi dengan cara memberi makan orang lain, saudara, silaturahmi yang dibahas adalah nabi.

Baca juga: Apakah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Bidah, Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Ini sangat perlu sehingga selalu diingatkan dengan Rasulullah SAW.

Dia menyebutkan semakin yakinlah Anda bahwa bergembira kepada nabi adalah menumbuhkan kecintaan.

Hakikat syukur atas Allah yang berikan kepada manusia yaitu nabi Muhammad SAW.

Kata Buya Yahya, umat muslim bergembira tidak hanya di bulan maulid saja tetapi setiap saat.

Namun, bulan maulid ini untuk belajar cinta, mengingatkan nabi sehingga terbiasa mencontohkan nabi.

Baca juga: Uang Koin Rp50 Gambar Kepodang Bisa Beli 3 Motor Honda Beat, Jika Laku Dijual Rp50 Juta Per Keping

"Maka kunci untuk sampai ke Allah adalah bagaimana engkau baik dengan Rasulullah SAW dan Anda tidak akan

sampai kepada Allah jika tidak cinta ke Rasulullah," sebutnya.

Baca juga: Kaya Raya Punya Harta Rp 300 M tapi Artis Ini Tak Malu Makan Lauk Sambal dan Nongki Bareng Pengamen

Dia juga mengatakan dalam Kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 28 November 2017 lalu menjelaskan hal-hal yang

perlu diperhatikan dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW.

"Jika perayaan maulid nabi tidak melanggar syariat islam diperkenankan.

Jika perayaannya sifatnya menghibur, memberikan semangat kepada anak-anak untuk lomba, ada shalawatan tidak masalah kalau seperti itu," katanya. 

Kata Buya Yahya yang tidak boleh adalah pelanggaran syariat seperti konser goyang pinggul itu jelas tidak boleh. 

"Tetapi kalau baca zikir, shalawat, anak-anak kecil pidato dan sebagainya itu bukan suatu yang terlarang bahkan untuk memupuk dan menggali potensi mereka," katanya. 

"jadi untuk mengagungkan nabi Muhammad dengan cara apapun boleh, apalagi dengan cara kegembiraan, tetapi

bergembira dengan cara tidak melanggar syariat nabi SAW. 

(Bangkapos.com/Widodo) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved