Rabu, 22 April 2026

Sering Ngorok Saat Tidur, Ini Tips Mengatasinya, Posisi Tidur Bisa Atasi Dengkuran

Tidur mendengkur atau mengorok dalam bahasa medisnya Snoring menjadi hal yang lumrah, terjadi di usia berapapun.

Penulis: Rusaidah | Editor: nurhayati
Istimewa/Widodo
Bincang Sehat bersama Dokter Siloam Hospital Bangka, dr Roni Januardi, Kamis (21/10). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Tidur mendengkur atau mengorok dalam bahasa medisnya Snoring menjadi hal yang lumrah, terjadi di usia berapapun.

Suara saat fase tidur yang muncul berkaitan saluran nafas atas dan bagian mulut terjadi tahanan udara atau getaran pada otot saluran nafas atas.

Snoring lebih banyak terjadi pada orang yang memiliki berat badan berlebihan dan umumnya lebih banyak terjadi pada laki-laki dan usia sudah lanjut.

Dokter Siloam Hospital Bangka, dr Roni Januardi Sp.T.H.T.K.L menyebutkan penyebabnya seperti obesitas, amandel dan lainnya.

"Obesitas terdapat di bagian daerah leher atau tenggorokan banyak terdapat lemak sehingga membuat jalan napas sempit," katanya dalam Bincang Sehat Bangka Pos Group yang dipandu oleh Host Rizky Wardianti, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Serahkan Bantuan ke Nelayan Belitung, Gubernur Babel Minta Sertikat Disimpan Baik-baik

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Sembunyi di Bak Truk Sawit Bekuk Pembunuh Istri, Ini Rute Pelarian Rafli   

Dia melanjutkan, sedangkan usia seiring waktu ketika lansia membuat lemah otot-otot saluran napas itu sendiri membuat Snoring suara tambahan saat tidur.

Walaupun berat badannya normal namun jika seseorang tersebut memiliki hidung yang agak bengkok, alergi, infeksi sinus dapat timbul Snoring.

"Jadi dari hidung maupun rongga mulut kita harus analisa," terangnya.

Kebiasaan lainnya jika mengonsumsi alkohol, obat sebelum tidur juga bisa menyebabkan ngorok.

Dia menyebutkan, Snoring parsial tentu tidak membuat bahaya yang mengorok, tapi sering terjadi di saat bangun tidur tidak merasa segar, karena kurang tercukupi oksigen.

"Bahayanya kalau Snoring tersumbat komplit itu jalan nafasnya tersumbat. Seseorang mengalami ini akan ada fase bangun memindahkan posisi tidurnya dan dia mengorok lagi itu sebenarnya bahaya. Dia berhenti nafas karena oksigen terhenti lebih kurang 10 detik," jelasnya.

Baca juga: Pengantin Baru di Toboali Dibunuh, Kondisi M Rafli Suami Ella Andini yang Kabur Usai Habisi Istri

Baca juga: Rentetan Fakta Pembunuhan Ella, Pengantin Baru Diduga Dibunuh Suami, Rafli Akhirnya Tertangkap

Dia melanjutkan, bahaya kalau Snoring tersumbat komplit karena tidak masuknya oksigen ke paru-paru dan bahayanya lagi bagi otak.

Ia menjelaskan, bagi seseorang yang berat badannya berlebihan kemudian mengorok namun tidak diatasi akan membuat berat badan semakin bertambah. Pasalnya orang tersebut cenderung ingin ngemil karena kurangnya oksigen masuk ke dalam tubuh.

Selain itu dia mengatakan, Snoring dengan sumbatan komplit ini juga menurunkan produktivitas.
Langkah untuk pencegahannya seperti olahraga teratur, posisi tidur sangat menentukan.

"Dianjurkan bagi pengidap Snoring, tidur miring baik ke kanan maupun ke kiri. Tetapi sesuai ajaran Islam Sunnah Rasulullah miring sebelah kanan," imbaunya.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved