Breaking News:

Berita Bangka Barat

Kejari Bangka Barat Ingin Sekolah Penggerak Berbasis Digitalisasi  

Melalui Program Jaksa Peduli Anak, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) mengikuti kegiatan pembukaan gebyar sekolah pengger di SMP Negeri 1

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
istimewa
Kejari Bangka Barat saat menghadiri kegiatan pendidikan di SMPN 1 Muntok, Senin (29/11/2021). (Ist/Kejari Bangka Barat) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Melalui Program Jaksa Peduli Anak, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) mengikuti kegiatan pembukaan gebyar sekolah pengger di SMP Negeri 1 Muntok.

Hadir Kepala Seksi Intelijen Kejari Bangka Barat, Mario Nicolas mewakili Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne sebaga wujud kepedulian terhadap anak-anak terutama dalam dunia pendidikan.

Diketahui program sekolah penggerak merupakan program unggulan yang merupakan kerjasama, antara Kementerian pendidikan dan kebudayaan dengan pemerintah daerah.

"Program sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa, secara holistik yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter. Diawali dengan sumber daya manusia yang unggul, terutama bagi kepala sekolah dan guru," ujar Helena Octavianne, Senin (29/11/2021).

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan, program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri atau swasta, di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak lebih maju.

"Program dilakukan bertahap dan terintegrasi, dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak. Program Sekolah Penggerak terdiri dari lima intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan yaitu pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan sumber daya manusia sekolah, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah," jelasnya.

Helena Octavianne mengatakan program tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya berkebhinekaan global sesuai dengan visi pendidikan Indonesia.

"Dapat meningkatkan kualitas SDM yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan tetap memiliki nilai-nilai moral religius dan kultural. Pembangunan infrastruktur yang maju dan mampu diakses secara merata, serta menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing global seiring dengan perkembangan zaman dan era digitalisasi saat ini terutama di Kabupaten Bangka Barat," ucapnya. (Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved