Breaking News:

Sepanjang 2021 Kejari Bangka Barat Berhasil Selamatkan Kerugian Negera Rp1,129 Miliar

Kejari Bangka Barat berhasil melakukan penyelamatan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,129 miliar, dalam proses penanganan perkara Tipikor.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat berhasil melakukan penyelamatan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,129 miliar, dalam proses penanganan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang ditangani oleh Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka Barat sepanjang tahun 2021. 

Capaian itu diraih melalui pembayaran uang pengganti kerugian keuangan negara dan denda, serta uang hasil pelaksanaan lelang barang rampasan yang berasal dari Perkara Tindak Pidana Korupsi pada PT BPRS Babel Cabang Muntok dan Homestay Fair Muntok Kabupaten Bangka Barat. 

Kajari Bangka Barat, Helena Octavianne mengatakan sejumlah uang yang telah berhasil diselamatkan, telah dikembalikan kepada pihak PT BPRS Bangka Belitung dan disetorkan kepada kas negara.

"Pembayaran uang pengganti sebagai pidana tambahan yang diputuskan kepada pelaku tindak pidana korupsi, pada hakekatnya adalah sebagai upaya untuk mengembalikan kerugian keuangan negara yang diakibatkan oleh tindak pidana korupsi," ujar Helena Octavianne, Minggu (02/01/2022). 

Baca juga: Pernah Diterbitkan Bank Indonesia, Uang Kertas Rp 75 Ribu Ini Dihargai 1 Unit Motor Honda Beat Baru

Pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti perlu dituntut dan diputuskan, pada setiap perkara tindak pidana korupsi sebagai satu diantara upaya dari aparat penegak hukum untuk mengembalikan kerugian keuangan negara. 

"Upaya penegak hukum ini sejalan dengan, strategi pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia yang meliputi tindakan pencegahan, penindakan serta pengembalian keuangan negara," ucapnya. 

"Dalam berbagai pendekatan, penegakan hukum terhadap tipikor tidak lagi hanya berfokus pada berat atau ringannya penjara, melainkan juga bagaimana adanya proses pemulihan dan penyelamatan keuangan negara," tambahnya. 

Helena mengatakan hingga saat ini telah melaksanakan setiap tahapan penanganan perkara, terutama pada perkara tipikor dengan persentase penyerapan anggaran yang sudah mencapai 100% dari total anggaran. 

"Berharap uang hasil pemulihan dan penyelamatan keuangan negara yang telah disetorkan dan masuk ke dalam kas negara, dapat membantu meningkatkan perekonomian negara yang saat ini masih dalam pandemi covid-19. Selain itu juga dapat mendukung program pemerintah, dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," tuturnya. (Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved