Human Interest Story

Tak Ingin Mengungsi, Saidi Akui Tahun Ini Paling Parah, Banjir Rob Jadi Wahana Bermain Anak

Meski banjir rob akibat gelombang tinggi Pantai Pasir Padi, menggenang rumahnya hingga lutut, Saidi (57) enggan mengungsi.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Tak Ingin Mengungsi, Saidi Akui Tahun Ini Paling Parah, Banjir Rob Jadi Wahana Bermain Anak - 20211208-pasir-padi.jpg
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Banjir rob melanda Kawasan Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Rabu (8/12/2021)
Tak Ingin Mengungsi, Saidi Akui Tahun Ini Paling Parah, Banjir Rob Jadi Wahana Bermain Anak - 20211208-pasir-padi4.jpg
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Anak-anak terlihat riang gembira saat banjir rob melanda Kawasan Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Rabu (8/12/2021)
Tak Ingin Mengungsi, Saidi Akui Tahun Ini Paling Parah, Banjir Rob Jadi Wahana Bermain Anak - 20211208-pasir-padi5.jpg
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Banjir rob melanda Kawasan Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Rabu (8/12/2021)

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Meski banjir rob akibat gelombang tinggi Pantai Pasir Padi, menggenang rumahnya hingga lutut, Saidi (57) enggan mengungsi.

Ia tampak tergopoh-gopong mengangkat barang-barang yang tersisa keatas meja yang lebih tinggi.

Kulkas, ricecooker, dan perabot rumah tangga lainnya terlihat bertumpukan di atas meja.

Namun menurut Saidi dirinya sudah terbiasa dengan banjir yang kerap melanda setiap akhir tahun dan awal tahun ini.

Baca juga: Selama 20 Tahun Tak Kena Banjir Rob, Sri Kaget Tiba-Tiba Air Masuk ke Kamar, Rumahnya Terendam

Baca juga: Tenteng Sepatu Lewati Banjir Rob, Tak Surutkan Semangat Fitri Untuk Ikut Ujian Akhir Sekolah

Diakuinya banjir rob kali ini adalah paling parah yang dialaminya selama puluhan tahun ia tinggal dekat kawasan Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung ini.

"Biasanya Januari yang parah seperti ini, nah ini baru Desember sudah parah biasa ga pernah separah ni. Semuanya tahun ini tergenang, jalan aspal juga sudah rata sama air," ungkap Saidi kepada Bangkapos.com, Rabu (8/12/2021).

Menurutnya, sejak dua hari kemarin mulai air menggenang, sore hari mulai surut dan paginya kemarin tergenang.

"Kalau pagi itu jam 07.30 WIB mulai masuk air ke rumah, terus surutnya sore. Macem ni lah kami yang tinggail pinggi pantai (Beginilah kami yang tinggal di pinggir pantai-red) hampir setiap tahum seperti ini, tinggal pasrah saja," sebutnya.

"Kalau masih seperti ini kami belum mau ngungsi, mau ngungsi kemana yang pertamanya itu biarlah di rumah aja masih bisa. Cuma resikonga kami ga bisa jualana karena banjir gini," bebernya.

Saidi mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan yang diturunkan oleh pemerintah setempat.

"Kalau bantuan sampai saat ini belum ada, cuma kalau mantau-mantau banyak yang mantau lah. Kalau bantuan belum ada," ungkap Saidi.

Anak-anak terlihat riang bermain air saat banjir rob melanda Kawasan Pantai Pasir Padi,  Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Rabu (8/12/2021)
Anak-anak terlihat riang bermain air saat banjir rob melanda Kawasan Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Rabu (8/12/2021) (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Banjir Rob Jadi Wahana Bermain Anak

Jika orangtua mengeluhkan banjir rob yang merendam rumah anak-anak di kawasan tersebut justru kegirangan meamnfaatkan banjir menjadi wahana bermain air.

Lompat kesana kemari, saling menyiram air bersama teman-teman, merayap bak banjir adalah kebahagiaan yang didatangkan oleh Tuhan untuk mereka bermain.

Seakan mereka lupa ada ombak kencang yang terus menerjang dari arah pantai, tak takut anak-anak itu justru berbaring dan menikmati aliran ombak di halaman rumah mereka.

Baca juga: BREAKING NEWS, Warga Geger Penemuan Mayat, Tiga Hari Tak Pulang, Rj Ditemukan Mengambang di Sungai

Ada pula yang masih mengenakan seragam sekolah, langsung ikut manikmati banjir rob.

"Bagus lah, mandi dak ape, dek payah mak e ngajak ke Bhay Park (mandi saja tidak masalah, tidak susah mamanya ajak main ke Bhay Park taman bermain air-red)," kata Sinta warga sekitar yang duduk sambil mengawasi anaknya bermain.

Dirinya pasrah saja tinggal menunggu banjir surut tidak bisa berbuat banyak.

"Yang penting barang-barang lah diselamatkan, lah tunggu surut aja. Mau gimana lagi," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved