Erzaldi Rosman
Berlaku Hari Ini, Pembelian BBM Dibatasi, Kendaraan Roda Dua Paling Banyak Rp 50.000
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengeluarkan kebijakan terbaru melalui surat edaran tentang pengaturan pembelian jenis bahan bakar minyak
Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Menurut Ahmad Yani, pemerintah provinsi terus memikirkan serta mendorong terbangunya jembatan penghubung pulau Sumatera Selatan dan Bangka, sehingga penyaluran BBM dapat dilakukan melalui daratan.
"Kita perlu dukung untuk membuat jembatan walaupun mahal. Artinya kadang harus menjadi perhatian juga Babel, kita terus menerus mengharapkan pemerintah pusat, atau Bappenas merencanakan pembangunan tangki timbun lagi di Babel, karena melihat pertumbuhan kendaraan dan kuota minyak," harapnya.
Baca juga: Seminar Nasional BRINST, Bahas Wajibnya RKAB Hingga Usulan Tata Niaga Timah Baru
Terpisah, Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung, Amir Syahbana, mengatakan kebijakan pembatasan pembelian BBM dilakukan untuk mengantisipasi panic buying, membeli secara berlebihan BBM karena takut dan khawatir tidak kebagian.
"Tujuannya jangan sampai ada panic buying tadi. Untuk sepeda motor lima liter sehari cukup. Mobil dan kendarana umum juga demikian (secukupnya). Nanti akan dirumuskan secara normatif dalam bentuk surat edaran gubernur," jelas Amir kepada Bangkapos.com, Senin (13/12/2021)
Ia menambahkan, Dinas ESDM bersama instansi terkait lainya akan menyampaikan pandangan sebelum mengelurkan kebijakan pembatasan pembelian BBM tersebut.
"Nanti, sebelum menjadi bentuk surat edaran, kita ingin mendapatkan pandangan pendapat dari berbagai pihak, biar lebih komprehensif dan teknis," ujarnya.
Dia menambahkan, terkait antrean yang masih terjadi saat ini, satu di antaran penyebabnya karena panic buying, sehingga perlu diberikan kebijakan untuk mengatasinya.
"Karena berdasarkan informasi BBM sudah disuplai secara normal. Ya tetapi karena panik, tangki masih ada isinya setengah sudah mau mengisi lagi. Marilah kita sama-sama menciptakan situasi kondusif," ajaknya.
Pikirkan Jangka Panjang
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Azwari Helmi, mendukung terkait kebijakan yang baru dikeluarkan Gubernur Babel Erzaldi.
Tetapi, kata Politisi PPP ini kebijakan pembatasan, sifatnya hanya sementara sehingga perlu dipikirkan kebijakan jangka panjang agar kelangkaan BBM di Babel tidak terulang setiap tahunya.
"Bolelah seperti ini, karena tujuanya pemerataan agar masyarakat dapat semua BBM. Tetapi kedepan jangan lagi, karena alasan cuaca tidak menentu sehingga menghambat suplai BBM. Perlu dikaji ulang, kita tidak mau terus menerus setiap tahun seperti ini," keluh Helmi.
Helmi menyampaikan bahwa solusi untuk mengantisipasi hambatan cuaca yaitu dengan membangun jembatan penghubung antara Sumatera dan Bangka sehingga jalur daratan dapat ditempuh. Apabila terkendala cuaca buruk karena melalui perairan.
"Ayolah kita gerakkan kembali, semangat jembali jembatan penghubunga antara Sumatera Selatan dengan Babel, saya rasa itu solusinya. Ini perlu kita pikirkan bersama dari eksekutif, legislatif karena ini untuk kebutuhan, bukan hanya BBM tetapi juga barang pokok lainya," katanya.
Ia mengharapkan kebijakam gubernur berkaitan pembatasan BBM dapat terlaksana dengan baik, dan diharapkan dijalankan semua pihak serta aparat hukum dapat menindak apabila terjadi pelanggaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211211-antre-bbm-di-di-spbu-jalan-soekarno-hatta-pangkalpinang.jpg)