Wawancara Khusus Bersama Gubernur Babel
Erzaldi Beberkan Alasan Ekonomi Bangka Belitung Sanggup Hadapi Pandemi
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman membeberkan kenapa perekonomian Babel sanggup bertahan, bahkan tumbuh, meski di masa pandemi.
Kita tahu, komoditas kita tetap menjadi primadona di pasar baik nasional maupun global. Pandemi yang kita alami justru menjadi jawaban bahwa arah pembangunan kita konstruksinya sudah benar, relnya sudah ketemu.
Meski tentu masih harus banyak penyempurnaan di sana-sini, tapi catatannya adalah, konsep dasarnya sudah ketemu dan terbukti.
Apakah kondisi perekonomian kita juga dipengaruhi oleh harga timah yang bergairah di pasar global?
Tentu. Kita beruntung Babel punya komoditas unik yang tak dimiliki daerah lain seperti timah. Ini adalah berkah yang harus kita syukuri dan manfaatkan secara bijak. Harga timah yang bergairah cukup signifikan membuat perekonomian kita tetap tumbuh.
Dari pemahaman itu pula kita harus kembangkan kepada komoditas lain. Catat, lada kita adalah lada terbaik di dunia.
Kita tahu bagaimana Pemprov Babel mendorong komoditas ini tetap eksis, bahkan untuk lada ini, suport kita sangat luar biasa sejak dari hulu di penyediaan bibit. Kita mesti paham soal ini.
Setelah kita memahami potensi kita, kita juga mendorong bagaimana tumbuhnya komoditas lain, sawit, porang, dan yang kita tahu semua udang sedang sangat bergairah.
Ini semua tidak akan terjadi jika kita tidak dorong dengan kebijakan yang mengakselerasi sektor ini tumbuh sehingga menjadi pemicu tumbuhnya perekonomian kita.
Kecuali Timah, bukankah daerah lain juga memiliki komoditas macam sawit dan sebagainya?
Betul memang tapi tolong dicatat, lada kita adalah lada terbaik yang sudah diakui dunia. Untuk itu komoditas ini menjadi prioritas kebijakan kita untuk diakselerasi.
Tidak hanya itu, kita juga mengedukasi pelaku usaha kita, petani kita untuk mulai beralih ke komoditas yang memang bisa bicara di pasar dunia.
Kita tahu dulu banyak petani kita yang mengandalkan karet. Namun kita tahu dan mulai kita dorong untuk petani kita juga mengembangkan jahe merah, umbi, porang dan lain sebagainya.
Jadi intinya, edukasi kepada petani, nelayan kita tentang komoditas yang laku di pasar itu terus kita lakukan.
Tak hanya itu, beberapa kali kita juga menghadirkan langsung pengusaha yang bisa menampung dan memberi nilai tambah pada komoditas kitam seperti porang.
Apa maksudnya, agar petani kita juga yakin bahwa mereka menanam sudah yakin akan pasarnya.
Selain itu dengan adanya investor yang datang, mereka akan mampu membuat nilai tambah bagi komoditas yang kita hasilkan plus bonusnya adalah terbukanya lapangan pekerjaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211116-gubernur-dan-apindo.jpg)