Horizzon
Dilema Minuman Beralkohol di Kota Pangkalpinang
Kita tahu sebaik apa pun aturan yang kita sepakati, yang utama dan pertama adalah bagaimana upaya menegakkan aturan tersebut
Sekali lagi, kita harus bisa menempatkan diri sebagai pihak yang tak tega melihat banyak penyalahgunaan minuman keras masif dilakukan anak-anak kita di mulut gang masuk kampung. Bersamaan dengan itu, kita juga tahu ada sebagian warga yang permisif dan menjadikan minuman beralkohol sebagai bagian dari keyakinan dan budaya.
Kita butuh aturan (perda) yang lebih jelas soal ini, bukan peraturan yang seolah-olah suci namun justru mandul pelaksanaannya. Di sinilah kita perlu merenungkan kembali apa yang sudah terjadi.
Dan yang juga perlu menjadi catatan adalah diskusi ini tentu bukannya tanpa syarat. Kita tahu, pro kontra soal perda menjadi tak ada manfaatnya jika kita tak punya keyakinan perda yang menjadi perdebatan ini tak dijalankan dengan baik.
Kita tahu sebaik apa pun aturan yang kita sepakati, yang utama dan pertama adalah bagaimana upaya menegakkan aturan tersebut. Integritas aparat penegak hukum dalam menjalankan aturan ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari membangun peradaban yang lebih baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ibnu-taufik-jr.jpg)