Kamis, 9 April 2026

Virus Corona

Banyak Anak Kena Omicron, Kenali Gejala dan Penanganan Omicron Pada Anak

Yang mengkhawatirkan, 80 pasien Covid-19 yang meninggal atau 3% di antaranya adalah balita.

Editor: fitriadi
The Weather Channel
Kenali Gejala dan Penanganan Omicron Pada Anak 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Kesehatan mengungkap, hingga 19 Februari, ada 2.484 pasien meninggal di masa varian Omicron mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia.

Sebanyak 3% di antaranya adalah anak usia 0-5 tahun.

Dari 2.484 pasien yang meninggal akibat Covid-19, menurut data Kementerian Kesehatan, 47% adalah non-lansia.

Dan yang mengkhawatirkan, 80 pasien Covid-19 yang meninggal atau 3% di antaranya adalah balita.

Puluhan anak usia 0-5 tahun alias balita meninggal akibat Covid-19 di tengah gelombang varian Omicron.

Untuk itu para orangtua hendaknya lebih waspada terhadap ancaman Omicron pada anak-anak.

Sikap waspada bisa dimulai dari mengenali gejala varian Omicron pada anak.

Baca juga: Persipura Jayapura Terancam Sanksi Berat, Denda Rp 1 Miliar dan Pengurangan 9 Poin

Melansir Kompas.com, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, kasus Covid-19 pada anak di Indonesia terus meningkat, bahkan sampai 1.000% dibanding Januari 2022.

"Jadi, kalau dari Januari (ke Februari) naik 10 kali lipat atau 1.000 persen lebih. Kalau dari pekan kemarin naik 300 persen," kata Piprim pada 9 Februari lalu.

IDAI mencatat, kasus Covid-19 pada anak-anak per 7 Februari 2022 meningkat 1.000% dibanding angka Januari 2022. Kasus Covid-19 pada anak tercatat 676 pada 24 Januari 2022.

Kasus Covid-19 pada anak terus mengalami tren naik yang cukup tajam.

Data per 31 Januari 2022, kasus Covid-19 pada anak menjadi 2.775 dan meningkat signifikan di 7 Februari 2022 mencapai 7.190.

"Artinya naiknya berapa kali? 300 persen, ya, laporan dari teman-teman (IDAI) di cabang. Kenaikannya 300 persen dari sebelumnya (31 Januari 2022)," ungkap Piprim.

Gejala varian Omicron pada anak

Itu jelas sangat mengkhawatirkan. Karena itu, Piprim mengingatkan, orangtua tidak lagi boleh menyepelekan permasalahan ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved