Virus Corona
Banyak Anak Kena Omicron, Kenali Gejala dan Penanganan Omicron Pada Anak
Yang mengkhawatirkan, 80 pasien Covid-19 yang meninggal atau 3% di antaranya adalah balita.
Vaksinasi bukan jaminan seseorang kebal terhadap virus dan tidak bisa menyebarkannya ke orang lain. Vaksinasi hanya upaya mencegah terjadinya keparahan akibat infeksi.
Kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci utama agar seseorang tidak tertular dan menularkan Covid-19 Omicron.
"Kendatipun orangtua sudah vaksinasi lengkap, tidak jaminan tidak terjadi infeksi. Apalagi sering tidak memakai masker, kumpul-kumpul, terima tamu, dan tidak cuci tangan," ungkap Alex.
Penanganan anak positif Covid-19 Omicron
Alex mengingatkan, orangtua yang anaknya terpapar Covid-19 Omicron agar tidak panik dan menangani gejalanya sesuai dengan tingkat keparahannya.
Artinya, jika gejala Covid-19 Omicron yang muncul pada anak adalah ringan, maka cukup dilakukan perawatan di rumah (isolasi mandiri) dan proses pengobatan dilakukan dengan metode telemedisin.
Namun, jika gejala Covid-19 Omicron pada anak berat dan kondisinya sudah lebih mengkhawatirkan, orangtua sebaiknya harus segera membawa anak ke rumah sakit atau berkonsultasi pada dokter yang dapat membaca kondisi sang anak.
"Jika demam tinggi, napas cuping hidung, sesak, batuk berdahak sebaiknya rujuk ke RS yang merawat Covid Anak. Orangtua tidak boleh panik dan tidak boleh cemas, harus konsultasi dengan dokter dan jangan dengar nasihat orang orang yang mengaku ahli virus atau ahli pandemi dadakan," jelas Alex
Baca juga: Rusia Serang Ukraina, Joe Biden: Saya Akan Bertemu Pemimpin G7 Untuk Ambil Tindakan
Terkait dengan keterisian rumah sakit karena pasien Covid-19, Alex menyebut, memang benar terjadi di sejumlah daerah.
Peningkatan yang terjadi itu akibat makin banyaknya kasus infeksi pada orang dewasa juga anak-anak.
"Di daerah aglomerasi Jabodetabek terjadi kenaikan BOR untuk dewasa dan anak yaitu tingkat BOR tertinggi dicetak DKI Jakarta yang mencapai 66 persen. Diikuti oleh Bali yang memiliki BOR 45 persen, Banten sebesar 39 persen, dan Jawa Barat mencapai 32 persen," terang Alex.
Mencegah anak positif Covid-19 Omicron
Untuk mencegah anak dari Covid-19 Omicron, Piprim Basarah Yanuarso, menyarankan para orangtua tidak membawa anak ke keramaian di tengah lonjakan kasus Covid-19, terutama varian Omicron yang gampang menular.
“Saat ini sangat tidak disarankan membawa anak ke keramaian, ke mal, pusat perbelanjaan, nonton bioskop apalagi, yang kemudian berada dalam lingkungan dengan ventilasi yang tertutup," kata Piprim Basarah Yanuarso.
Baca juga: Striker Persipura Jayapura Asal Ukaraina Menangis Negaranya Diserang Rusia
Menurut Piprim Basarah Yanuarso, meskipun banyak anak yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala, namun anak juga berisiko menularkan Covid-19 ke pada orang sekitarnya dan kelompok rentan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220217-gejala-omicron-pada-orang-yang-sudah-divaksin-lengkap.jpg)