Virus Corona
Banyak Anak Kena Omicron, Kenali Gejala dan Penanganan Omicron Pada Anak
Yang mengkhawatirkan, 80 pasien Covid-19 yang meninggal atau 3% di antaranya adalah balita.
BANGKAPOS.COM - Kementerian Kesehatan mengungkap, hingga 19 Februari, ada 2.484 pasien meninggal di masa varian Omicron mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia.
Sebanyak 3% di antaranya adalah anak usia 0-5 tahun.
Dari 2.484 pasien yang meninggal akibat Covid-19, menurut data Kementerian Kesehatan, 47% adalah non-lansia.
Dan yang mengkhawatirkan, 80 pasien Covid-19 yang meninggal atau 3% di antaranya adalah balita.
Puluhan anak usia 0-5 tahun alias balita meninggal akibat Covid-19 di tengah gelombang varian Omicron.
Untuk itu para orangtua hendaknya lebih waspada terhadap ancaman Omicron pada anak-anak.
Sikap waspada bisa dimulai dari mengenali gejala varian Omicron pada anak.
Baca juga: Persipura Jayapura Terancam Sanksi Berat, Denda Rp 1 Miliar dan Pengurangan 9 Poin
Melansir Kompas.com, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, kasus Covid-19 pada anak di Indonesia terus meningkat, bahkan sampai 1.000% dibanding Januari 2022.
"Jadi, kalau dari Januari (ke Februari) naik 10 kali lipat atau 1.000 persen lebih. Kalau dari pekan kemarin naik 300 persen," kata Piprim pada 9 Februari lalu.
IDAI mencatat, kasus Covid-19 pada anak-anak per 7 Februari 2022 meningkat 1.000% dibanding angka Januari 2022. Kasus Covid-19 pada anak tercatat 676 pada 24 Januari 2022.
Kasus Covid-19 pada anak terus mengalami tren naik yang cukup tajam.
Data per 31 Januari 2022, kasus Covid-19 pada anak menjadi 2.775 dan meningkat signifikan di 7 Februari 2022 mencapai 7.190.
"Artinya naiknya berapa kali? 300 persen, ya, laporan dari teman-teman (IDAI) di cabang. Kenaikannya 300 persen dari sebelumnya (31 Januari 2022)," ungkap Piprim.
Gejala varian Omicron pada anak
Itu jelas sangat mengkhawatirkan. Karena itu, Piprim mengingatkan, orangtua tidak lagi boleh menyepelekan permasalahan ini.
Terlebih lagi, saat ini Indonesia sedang mengalami gelombang ketiga pandemi Covid-19.
Baca juga: Ekslusif, Dianna Dee Blak-blakan Bongkar Soal Harga, Dari Rp30 Juta Sampai yang Nggak Dibayar
Apalagi, varian Omicron yang saat ini mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia memiliki kemampuan lebih cepat dalam transmisi atau penularan, dan juga menyerang anak-anak.
"Ingat, ya, anak-anak bisa terkena Covid-19. Jadi, jangan berpikir hanya orang dewasa yang berisiko. Anak-anak juga sama risikonya," kata Piprim.
Menurut Piprim, gejala varian Omicron pada anak yang paling sering ditemukan:
- batuk
- pilek
- nyeri tenggorokan
"Hampir sama kayak flu biasa," ujar dia.
"Kalau ketemu anak batuk, pilek, anget (panas badan), waspada tertular varian (Omicron) ini," tambahnya.
Cara Menangani Omicron Pada Anak
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting mengakui lonjakan Covid-19 Omicron juga terjadi pada anak-anak.
"Situasi ini terjadi sebagai dampak dari penyebaran virus corona SARS-CoV-2 varian Omicron yang lebih mudah menular ketimbang varian sebelum nya seperti Delta , Betha, atau Alpha kata Alex, sabtu (20/2/2022).
Baca juga: Seantero Indonesia Hutang Maaf ke Steno Ricardo, Ternyata Ini Penyebab Mawar AFI Dicerai, Selingkuh?
Meski jumlah anak yang terpapar Covid-19 Omicron cukup tinggi, Alex menyebut, rata-rata kondisinya baik atau hanya bergejala ringan.
Satgas Penanganan Covid-19 mencatat kebanyakan gejala Covid-19 Omicron yang dilaporkan pada anak-anak menyerupai gejala influenza, misalnya batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam ringan mulai 37-38 derajat C.
"Ciri-ciri gejala Covid varian Omicron pada anak relatif mirip dengan influenza, karena penyakit ini sama sama menyerang saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah (pneumonia). Bila terjadi perburukan dengan demam, sesak napas, dan desaturasi oksigenasi," terang dia.
Kondisi gejala yang menyerupai influenza ini membuat banyak orang yang tidak menyadari bahwa anak sebenarnya tengah terinfeksi Covid-19 Omicron.
"Orangtua sering terkecoh dengan batuk flu. Tetapi bila satu keluarga ayah, ibu, dan anak anak dengan gejala yang sama maka waspadalah Covid dengan varian Omicron," kata Alex.
Infeksi Covid-19 Omicron pada anak bisa tetap terjadi sekalipun kedua orantuanya sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dan booster.
Baca juga: Tidak Pakai Jilbab, Cantiknya Putri-Putri Kerajaan Arab Saudi Ini, Ada yang Paling Suka Beramal
Vaksinasi bukan jaminan seseorang kebal terhadap virus dan tidak bisa menyebarkannya ke orang lain. Vaksinasi hanya upaya mencegah terjadinya keparahan akibat infeksi.
Kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci utama agar seseorang tidak tertular dan menularkan Covid-19 Omicron.
"Kendatipun orangtua sudah vaksinasi lengkap, tidak jaminan tidak terjadi infeksi. Apalagi sering tidak memakai masker, kumpul-kumpul, terima tamu, dan tidak cuci tangan," ungkap Alex.
Penanganan anak positif Covid-19 Omicron
Alex mengingatkan, orangtua yang anaknya terpapar Covid-19 Omicron agar tidak panik dan menangani gejalanya sesuai dengan tingkat keparahannya.
Artinya, jika gejala Covid-19 Omicron yang muncul pada anak adalah ringan, maka cukup dilakukan perawatan di rumah (isolasi mandiri) dan proses pengobatan dilakukan dengan metode telemedisin.
Namun, jika gejala Covid-19 Omicron pada anak berat dan kondisinya sudah lebih mengkhawatirkan, orangtua sebaiknya harus segera membawa anak ke rumah sakit atau berkonsultasi pada dokter yang dapat membaca kondisi sang anak.
"Jika demam tinggi, napas cuping hidung, sesak, batuk berdahak sebaiknya rujuk ke RS yang merawat Covid Anak. Orangtua tidak boleh panik dan tidak boleh cemas, harus konsultasi dengan dokter dan jangan dengar nasihat orang orang yang mengaku ahli virus atau ahli pandemi dadakan," jelas Alex
Baca juga: Rusia Serang Ukraina, Joe Biden: Saya Akan Bertemu Pemimpin G7 Untuk Ambil Tindakan
Terkait dengan keterisian rumah sakit karena pasien Covid-19, Alex menyebut, memang benar terjadi di sejumlah daerah.
Peningkatan yang terjadi itu akibat makin banyaknya kasus infeksi pada orang dewasa juga anak-anak.
"Di daerah aglomerasi Jabodetabek terjadi kenaikan BOR untuk dewasa dan anak yaitu tingkat BOR tertinggi dicetak DKI Jakarta yang mencapai 66 persen. Diikuti oleh Bali yang memiliki BOR 45 persen, Banten sebesar 39 persen, dan Jawa Barat mencapai 32 persen," terang Alex.
Mencegah anak positif Covid-19 Omicron
Untuk mencegah anak dari Covid-19 Omicron, Piprim Basarah Yanuarso, menyarankan para orangtua tidak membawa anak ke keramaian di tengah lonjakan kasus Covid-19, terutama varian Omicron yang gampang menular.
“Saat ini sangat tidak disarankan membawa anak ke keramaian, ke mal, pusat perbelanjaan, nonton bioskop apalagi, yang kemudian berada dalam lingkungan dengan ventilasi yang tertutup," kata Piprim Basarah Yanuarso.
Baca juga: Striker Persipura Jayapura Asal Ukaraina Menangis Negaranya Diserang Rusia
Menurut Piprim Basarah Yanuarso, meskipun banyak anak yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala, namun anak juga berisiko menularkan Covid-19 ke pada orang sekitarnya dan kelompok rentan.
Selain itu, infeksi virus corona juga bisa menyebabkan gejala berat sampai mematikan bagi anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah, memiliki penyakit penyerta (komorbid), dan belum divaksinasi Covid-19.
Untuk itu, ia juga menyarankan anak yang belum disuntik vaksin Covid-19 untuk segera divaksinasi.
"Karena itu penting vaksin ke anak. Enggak ada gejala apa-apa nanti anak bisa menularkan ke mana-mana," ujar dia.
Itulah perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dan kondisi anak-anak Indonesia yang banyak terserang Omicron. Mari patuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.
Baca juga: Penderita Omicron Tak Perlu Lagi Tes PCR Setelah Isoman 10 Hari, Ini Alasannya
Baca juga: Muncul Lagi Varian Baru Covid-19, Namanya Omicron Siluman, Ini Gejala dan Tingkat Keparahannya
Baca juga: Berapa Hari Masa Isolasi Mandiri Pasien Omicron?
Baca juga: Syarat Isolasi Mandiri di Rumah bagi Pasien Covid-19 Omicron
Baca juga: Cara Mengobati Pasien Covid-19 Omicron saat Isolasi Mandiri di Rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220217-gejala-omicron-pada-orang-yang-sudah-divaksin-lengkap.jpg)