Rabu, 6 Mei 2026

Buntut Warga Rusia Tanda Tangani Petisi Anti Perang Terhadap Ukraina, Keesokan Harinya Dipecat

Sejumlah warga Rusia yang berpartisipasi dalam petisi anti perang tiba-tiba mendapat pengumuman pemecatan dari atasannya

Tayang:
net
Demo di Rusia 

Buntut Warga Rusia Tanda Tangani Petisi Anti Perang Terhadap Ukraina, Keesokan Harinya Dipecat

BANGKAPOS.COM - Direktur dua bioskop pusat Moskow, Ekaterina Dolinina tak menduga atas pemecatan yang dialaminya.

Sejumlah warga Rusia yang berpartisipasi dalam petisi anti perang tiba-tiba mendapat pengumuman pemecatan dari atasannya.

"Saya tidak bisa langsung mengetahui semuanya. Mungkin butuh sekitar 15 menit untuk memproses semuanya,” kata Dolinina.

Baca juga: Buya Yahya Marah dapat Pertanyaan Jamaah Perempuan, Soal Suami Tersinggung Diberi Mertua Rumah

Baca juga: Pasukan Rusia Mendadak Ciut Tak Berani Lanjutkan Perang Usai Diusir dari Mykolaiv, Ada Apa?

Baca juga: Sejarah Seakan Terulang Kembali, Orang Yahudi di Ukraina Jadi Pengungsi Lagi, Israel Lakukan Ini

"Tapi kemudian saya menyadari apa artinya. Lalu rasa sakit itu segera datang. Saya merasa takut dan cemas."

"Saya tidak mengerti apa yang harus dilakukan selanjutnya. Bagaimana saya bisa pergi bekerja seolah-olah tidak terjadi apa-apa? Bagaimana saya bisa melanjutkan hidup saya."

Dikutip TribunWow.com dari kantor berita Rusia, The Moscow Times, Sabtu (5/4/2022).

Awalnya, Dolinina menambahkan namanya ke petisi anti-perang, setelah Putin menyatakan akan melakukan operasi militer ke Ukraina.

Petisi itu adalah satu di antara lusinan surat terbuka dari berbagai bidang profesional yang ditujukan kepada Putin dan menyerukan agar dia mundur.

Wanita berusia 29 tahun itu menandatangani satu petisi yang beredar di kalangan profesional budaya dan seni.

Surat serupa ditandatangani oleh para ekonom, guru, dokter, dan sejumlah kelompok lain.

Kemudian pada hari Senin, dia diseret ke pertemuan pagi hari oleh atasannya dan diberi pilihan.

Dolinina diminta membuat pernyataan publik yang mengatakan bahwa namanya ditambahkan secara tidak sengaja, atau keluar.

Baca juga: Angelina Sondakh Syok Lihat Penampilan Zahwa Massaid di Amerika: Kalau Mami ke Situ Dihilangin

Baca juga: BPOM Rilis Merek Kopi Stamina Pria Mengandung Paracetamol dan Sindenafil, Bisa Sebabkan Kanker

"Saya tidak ragu untuk menandatanganinya dan saya tidak menyesalinya. Tapi saya tidak berharap itu akan mengakibatkan pemecatan paksa," sesal Dolinina.

"Saya tahu, sebagai seseorang yang bekerja di sebuah lembaga budaya yang terhubung dengan pemerintah, bahwa jika saya ditahan dalam sebuah protes atau memposting sesuatu yang agresif di media sosial, saya bisa dipecat."

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved