Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pulihkan Sektor Pariwisata dan Perhotelan, Akademisi Sarankan Empat Hal Ini

Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang, Suhardi menilai masih cukup sulit bagi industri pariwisata untuk dapat pulih norma

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Ist/enjoybabelisland
Snorkeling di Pulau Lengkuas 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang, Suhardi menilai masih cukup sulit bagi industri pariwisata untuk dapat pulih normal, setelah sempat mati suri diawal-awal pandemi Covid-19.

Hal ini dikarenakan adanya pembatasan aktivitas masyarakat secara masif.

Misalnya saja dari sisi perhotelan, Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung mencatat bahwa terjadi penurunan jumlah hunian kamar pada bulan Januari 2022 bila dibandingkan Desember 2021 lalu.

Jumlah tamu yang menginap pada hotel bintang di Bangka Belitung pada bulan Januari 2021 tercatat sebanyak 29.561 orang. Jumlah ini turun 38,52 persen dibandingkan dengan jumlah tamu bulan sebelumnya yang mencapai 48.086 orang.

Bahkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bangka Belitung juga memprediksikan akan terjadi penurunan okupansi (hunian kamar) pada Maret 2022.

"Industri pariwisata masih terseok-seok akibat adanya pembatasan aktivitas karena pandemi covid-19 yang belum kunjung berakhir. Apalagi dengan munculnya varian omicron dan sub variannya menambah getirnya harapan kebangkitan sektor pariwisata," ujar Suhardi, Minggu (6/3/2022).

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, PHRI Bangka Belitung Prediksikan Okupansi Perhotelan Kembali Turun

Baca juga: Gubernur Bangka Belitung Minta Satgas Pangan bisa Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Bulan Ramadhan

Dia menyebutkan selain pengusaha, yang paling terdampak akibat adanya penurunan tamu adalah pekerja sektor yang terkait dengan pariwisata, penurunan tamu identik dengan penurunan pendapatan pekerja, pembagian waktu kerja, perumahan pegawai dan bahkan bisa berujung PHK.

"Lebih jauh penurunan jumlah tamu juga berimbas pada menurunnya daya dorong sektor pariwisata dalam pemulihan ekonomi, termasuk melonjaknya angka pengangguran," lanjutnya.

Dia menambahkan secara nasional perkembangan angka Covid-19 telah menunjukkan kondisi penurunan dan melandai, beberapa provinsi juga telah mencatat penurunan yang cukup baik walaupun untuk Bangka Belitung masih fluktuatif.

"Untuk itu percepatan vaksinasi dosis kedua dan booster juga perlu dikebut realisasinya, dan masyarakat juga tentu harus semakin dewasa dan banyak belajar dari keadaan sebelumnya dengan tidak mengabaikan protokol Kesehatan dan pola hidup sehat walaupun telah divaksin.

Saat ini tentu semua orang jenuh dengan keadaan namun semua harus kerjasama untuk dapat pulih dan bangkit serta Bersama-sama mengendalikan laju penyebaran covid-19," katanya.

Suhardi meyakini tentu pengusaha telah melakukan berbagai upaya kreatif untuk keluar dari konsisi ini.

Ada beberapa upaya yang dapat dijadikan referensi bagi pengusaha perhotelan guna meningkatkan tingkat okupansi meliputi :

Pertama, menjamin dan memastikan kebersihan fasilitas hotel, dengan demikian tamu lebih merasa aman dan nyaman, setidaknya dengan melakukan CHSE (Sertifikasi Clean, Health, Safety, dan Environment).

"Pastikan juga bahwa bahwa pegawai dan pengunjung adalah mereka yang telah benar-benar divaksinasi dan tetap menjaga protokol Kesehatan," katanya.

Baca juga: Pemprov Babel Dukung Strategi Pemerintah Pusat Jadikan Status Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi

Baca juga: Gubernur Ngetrail Tantang Medan Bebatuan Demi Petani Sejahtera

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved