Ribut-ribut Mengenai Logo atau Label Halal, Begini Arti Halal Menurut Gus Baha
Ribut-ribut mengenai logo atau label halal, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau disapa Gus Baha menjelaskan arti halal.
Penulis: Widodo | Editor: M Zulkodri
"Sampeyan kalau beda pendapat biasa saja, jangan seperti orang sekarang, kalau beda pendapat ribut," ujar Gus Baha.
Menurut Gus Baha perbedaan pendapat merupakan fitrah alamiah yang pasti dialami manusia selama hidup di dunia.
"Beda pendapat itu fitrah. Tidak mungkinlah kita tidak beda pendapat, tidak mungkin," lanjut Gus Baha.
Gus Baha juga menjelaskan jika dirinya pernah ditanya tentang speaker yang ada di berbagai masjid.
"Di kampung-kampung kalau ada masjid pakai speaker, di mana-mana, saya sering ditanya.
Gus, bilangin kalau adzan jangan banter-banter, membuat berisik tetangga.
Kalau sudah niat shalat, tidak usah adzan sudah datang," kata Gus Baha.
"Selesai kamu, yang satu, ya tidak! harus keras supaya syiar.
Yang satu mengatakan sia-sia dikata-katain saja.
Karena yang tidak senang cuma ngata-ngatain saja, yang
sudah senang tanpa adzan keras-keras maksudnya sudah shalat, kamu pilih mana?" tanya Gus Baha.
Gus Baha lantas menceritakan jika hal tersebut sudah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW antara Abu Bakar dan Umar.
"Abu Bakar kalau berdzikir di masjid itu lirih sekali, selirih-lirihnya.
Umar kalau berdzikir sangat keras, tapi tidak menggunakan sound sistem tapi sangat keras hingga membuat ramai," ungkap Gus Baha.
Gus Baha kemudian mengatakan jawaban Abu Bakar ketika ditanya oleh Rasulullah SAW alasan berdzikir dengan suara lirih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220316_ribut-logo-halal-gus-baha-beberkan-arti-halal.jpg)