Ribut-ribut Mengenai Logo atau Label Halal, Begini Arti Halal Menurut Gus Baha
Ribut-ribut mengenai logo atau label halal, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau disapa Gus Baha menjelaskan arti halal.
Penulis: Widodo | Editor: M Zulkodri
"Ya Aba Bakrin, kenapa kamu melirihkan suara? Saya itu malu sama Allah, Dia itu Dzat yang Maha Mendengar.
Jadi, saya mengeraskan suara itu malu, seperti Tuhan butuh suara keras saja," jawab Abu Bakar, sebagaimana diceritakan Gus Baha.
"Umar ditanya kenapa kamu terlalu keras? Umar jawabnya sederhana, 'Supaya tidak mengantuk'," beber Gus Baha.
Karena itulah lanjut Gus Baha tidak ada satupun ulama yang mengatakan jika Umar afdholu min Abi Bakrin (lebih utama) karena jawaban Umar sangat sederhana.
Gus Baha menuturkan jika Rasulullah ketika para sahabatnya banyak masalah, maka mereka berdoa dengan suara keras, Rasulullah SAW kemudian bersabda.
"Kamu tidak berdoa dengan dzat yang tuli, maka kamu tidak usah keras-keras," kisah Gus Baha dalam sebuah hadits Nabi.
"Jadi, andaikan istighosah pakai sound sistem keras-keras, itu ya perlu dipertanyakan.
Tuhan sudah dengar kok gegernya seperti itu ngapain," tambah Gus Baha.
"Tapi misalnya madzhab (pendapat) itu kamu pakai, lalu ada pertanyaan,
"Dangdut saja keras, kenapa kalimat thayyibah tidak boleh keras? Masalah lagi," tutup Gus Baha.
(Bangkapos.com/Widodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220316_ribut-logo-halal-gus-baha-beberkan-arti-halal.jpg)