Rabu, 20 Mei 2026

Human Interest Story

Kisah Tukang Service Jam Asal Padang, Bertahan Hingga Puluhan Tahun

Di tengah ramainya lalu lalang kendaraan di perempatan Bangka Trade Center (BTC) Pangkalpinang, tampak seorang pria

Tayang:
Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
Heri (49) tukang servis jam yang mangka di depan Bangka Trade Center (BTC) Kota Pangkalpinang. 

"Dari jam 8 pagi buka sampai sore, malam lanjut lagi jualan wedang jahe," katanya ramah.

Tak ada pelajaran khusus, hanya bermula dari hobi Heri akhirnya mahir menservis jam.

Heri bertahan puluhan tahun mengandalkan keahliannya untuk mengais rupiah demi menghidupi keluarganya.

“Belajar sendiri, kita cuma sekolah SD,” ungkap lelaki yang memakai topi abu-abu.

Pekerjaannya  sebagai tukang servis jam memanglah tak menentu. Omzet setiap hari tak dapat diprediksi.

Kadang ramai, kadang sepi bahkan pernah tidak ada omzet selama sehari.

"Kalau ramai ya bisa dapat Rp200.000 sehari, paling sedikit itu pernah dapat Rp15.000, bahkan pernah gak ada sama sekali," katanya dengan nada sedikit sendu.

Heri (49) sempat merasakan masa kejayaan. Pelanggannya ramai.

Omzetnya lancar. Tapi tak bertahan lama, pendapatannya kian hari semakin melempem. Pelanggannya satu per satu tak lagi menggunakan jasanya.

Seiring berjalannya waktu, pelanggannya memang berangsur turun.

Namun caranya agar tetap bertahan ialah dengan memberikan pelayanan terbaik terhadap pelanggannya.

"Kepada pelanggan itu harus ramah, dan servisnya juga harus benar-benar teliti, jadi mereka balik lagi nanti," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved