HEBOH Rara Pawang Hujan MotoGP Mandalika Ungkap Pelaku Kasus Subang, Bandingin dengan Kata Polisi
Jauh sebelum MotoGP Mandalika, pawang hujan Rara Isti Wulandarai ternyata pernah mencoba mengungkap siapa pelaku pembunuhan kasus Subang.
Tentu, pengungkapan terkait tersangka dalam kasus ini sangat dinantikan banyak orang.
Untuk itu, Suntana meminta doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini dapat segera jelas dan dibuka ke publik.
"Sudah mengarah kepada tersangkanya."
"Mohon doanya kepada masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat Subang."
Baca juga: PENGUMUMAN! Maaf Tak Ada Seleksi CPNS 2022, Menpan RB: Kami Akan Perbanyak PPPK
"Tapi saya ingin sampaikan komitmen bahwa pihak kepolisian tidak berhenti mengungkap kasus ini," jelas Suntana.
Kendati demikian, terkait dengan pengungkapan siapa dalang pembunuhan ini, polisi harus berhati-hati dalam menanganinya.
Kilas Balik Kasus Subang
Untuk diketahui, kasus pembunuhan yang menewaskan ibu bernama Tuti Suhartini dan anaknya yang bernama Amalia Mustika Ratu ini terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu.
Di mana jenazah keduanya ditemukan di dalam bagasi mobil.
Meski sudah berlalu tujuh bulan lamanya, namun polisi belum menemukan siapa dalang pembunuhan terhadap ibu dan anak ini.
Bahkan kejahatan ini dianggap sebagai kejahatan luar biasa.
Karena pihak kepolisian kesulitan menemukan siapa dalang dari kejadian ini.
Baca juga: Ibu Muda Lukai 3 Anaknya dan 1 Tewas, Ungkap Ulah Mertua Laki-laki yang Bikin Tak Kuat Menahan Sedih
Hal tersebut diungkap Erdi, September 2021 lalu, ia menyebut kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat ini merupakan kejahatan luar biasa.
Bahkan, kata Erdi, kemungkinan juga kasus ini sudah terencana.
Untuk itu, demi dapat mengungkap siapa tersangka atas kejadian naas ini, pihaknya akan terus berupaya untuk fokus dalam penyelidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Erdi kepada Kompas TV di Bandung, Kamis (30/09/2021).
"Karena ini merupakan suatu kejahatan yang memang luar biasa, yang kemungkinan terencana. Ya tentunya kita akan tetap mencoba fokus dalam rangkaian penyelidikan untuk menemukan tersangkanya," tutur Erdi.
(*/otomania/tribunnews/bangkapos.com)