OBITUARI HUDARNI RANI
Hudarni Rani, Gubernur Melayu yang Sederhana
Hari ini kita kehilangan seorang putera terbaik negeri ini. Putera melayu yang telah berhasil mengantarkan daerah ini sejajar dengan provinsi lain
Oleh: Yan Megawandi Adani
(Widyaiswara di BKPSDMD Bangka Belitung, dan tenaga edukatif di Stisipol Pahlawan 12 Sungailiat)
Senyumnya yang tipis, pandangan di balik kacamata minusnya dan antusiasnya ketika berbicara adalah ciri khas pria yang sempat mencalonkan diri menjadi Walikota Pangkalpinang.
Tapi ia gagal. Pejabat yang punya dua gelar sarjana dan pernah menjabat Ketua Golkar ini malah belakangan berhasil menjadi Gubernur.
Hudarni Rani adalah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pertama yang dipilih rakyat melalui DPRD.
Ia dipandang sebagai peletak dasar awal gerakan pembangunan dan pelayanan publik setelah periode kepemimpinan Pejabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Amur Muchasim yang waktu itu menjabat juga sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Hudar, begitu ia sering dipanggil, memulai tugasnya bersama wakilnya Suryadi Saman dengan melanjutkan apa yang telah ada sebagai nahkoda sebuah provinsi yang baru terbentuk.
Sejumlah dinas dan badan beserta pejabat yang menempati posisi di lembaga-lembaga yang baru ada.
Langkah awalnya yang paling diingat oleh masyarakat Bangka Belitung sebagai warisan periode ini adalah pembangunan kompleks perkantoran
Baca juga: Gubernur Pertama yang Berkibar di Pentas Politik Itu Pergi untuk Selamanya
Baca juga: Hudarni Rani Meninggal Dunia, Gubernur Bangka Belitung Puji Sosok Mentor dan Pejuang yang Gigih
Jika melihat bagaimana perkembangan kawasan perkantoran di Air Hitam Pangkalpinang maka nama Hudarni Rani pasti akan selalu dikenang.
Ialah yang ketika menjadi gubernur pertama di Kepulauan Bangka Belitung memutuskan untuk menjadikan kawasan bekas penambangan yang luasnya sekitar 200an hektar itu menjadi pusat pemerintahan provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Di kawasan ini kemudian dibangun Kantor Gubernur, Kantor DPRD, Kantor Kepolisian Daerah, Kantor Kejaksaan Tinggi, serta seluruh kantor instansi vertical lainnya.
Belakangan kantor Komando Resort Meliter (Korem Garuda Jaya) juga hijrah dari Bangka Tengah ke kawasan ini.
Yang dikecualikan hanya dua kantor saja. Kantor Markas Komando Angkatan Laut Bangka Belitung di Belinyu Kabupaten Bangka, dan Kantor Markas Komando Angkatan Udara di Tanjungpandan Kabupaten Belitung.
Kawasan ini semakin strategis fungsinya sejak diresmikannya penggunaan bandara baru Depati Amir yang berada di seputar kompleks perkantoran pada awal 2017.
Selama pemerintahannya Hudarni berhasil merumuskan beberapa dasar pembangunan daerah dan wilayah, diantaranya adalah menyelesaikan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) periode 2007-2013, pada tahun 2006.
Sayangnya dokumen perencanaan pariwisata ini tidak dijadikan dasar hukum karena sampai dengan habis masa berlakunya tidak diperkuat dalam Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur yang akan menjadi acuan serta mengikat semua perangkat dan unsur pembangunan pariwisata yang ada.
Pada periode ini salah satu hal yang dilakukan pula oleh Hudar ialah memperkokoh landasan sebagai salah satu kawasan rentang Tanah Melayu.
Selain mewajibkan pegawai mengenakan pakaian khas Melayu setiap hari Jumat, ia pun menggelar sebuah acara internasional pertama di Negeri Serumpun Sebalai yaitu pertemuan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).
Gelaran acara yang juga diikuti beberapa utusan Negara-negara yang memiliki warga rumpun melayu tersebut dilangsungkan di Lapangan Merdeka Pangkalpinang.
Di masa awal-awal sebagai daerah baru ini pula pencarian jati diri Orang Kepulauan Bangka Belitung dimulai.
Simbol-simbol daerah yang dirangkum dengan pola kehidupan keseharian coba ditemukan antara lain dengan sayembara mengenai lambang daerah serta menggalakan kebudayaan daerah.
Ada sebuah kenangan lain akan sosok Pak Hudar yang mungkin masih diingat orang yaitu kesederhanaannya.
Bagimana tidak, di samping penampilan kesehariannya yang bersahaja ia memang melihat jabatan sebagai Gubernur harus dapat memberi teladan.
Karena itu ketika para kepala daerah seakan berlomba dengan menggunakan mobil mentereng dan mewah, Hudar justru memilih kendaraan dinas yang tergolong sederhana.
Tumpangannya selama menjadi gubernur adalah Nissan Terrano.
Padahal ketika itu seorang bupati saja sudah menggunakan mobil dinas Land Cruiser.
Namun itulah Hudar gubernur yang apa adanya.
Mobil Terrano berwarna hitam yitu sekarang tetap dipelihara sebagai warisan bahwa kesederhanaan itu akan dikenang.
Drs. H.A. Hudarni Rani, SH., mengawali karirnya sebagai Guru SDN IV Sungai liat pada tahun 1967 - 1968.
Kemudian, ia diterima bekerja di PT. Timah.
Selama bekerja di PT. Timah, ia menjalani berbagai kedudukan yang berbeda, mulai dari yang awalnya hanya karyawan biasa hingga menjadi Staf Direksi pada tahun 1993.
Sosok Hudarni Rani yang dilahirkan di Sungailiat, 20 November 1950 ini dikenal aktif berorganisasi sekaligus pandai menempatkan diri.
Pengalaman organisasinya tidak dapat dianggap remeh. Ia pernah bergabung dengan Pemuda Muhammadiyah, AMPI, Wirakarya Indonesia, SOKSI, KNPI, PERSAHI, PERCASI, dan Golkar.
Melalui Partai Golkar inilah, karir politik Hurdarni Rani mulai berkembang.
Pada tahun 1997, ia berada pada salah satu titik karirnya sebagai Ketua DPRD Kota Pangkalpinang hingga tahun 1999.
Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (2001 - 2002).
Dari sinilah, ia kemudian dipercaya menjadi Gubernur Pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sebagai gubernur, Hudarni Rani berusaha mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Keberagaman masyarakat Kepulaun Bangka Belitung salah satu hal yang sangat dibanggakan Hudarni.
Hampir di tiap kesempatan ia mengutip kata-kata: “Thong ngin Pan Ngin Jit Jong” yang artinya kurang lebih Cina dan Melayu itu sama atau setara, sebagai symbol kerukunan antar etnis yang indah di Bangka Belitung.
Hudar sendiri juga sangat fasih menyampaikan pantun dan petuah melayu di sela-sela sambutannya.
Hari ini kita kehilangan salah seorang putera terbaik negeri ini. Putera melayu yang telah berhasil mengantarkan daerah ini sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia.
Bulan suci Ramadhan seakan menjadi pertanda akan indahnya kenangan yang ditinggalkan.
Selamat jalan pak Gubernur Rentang Tanah Melayu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/yan-megawandi8.jpg)