Opini
Polri dan Pelayanan Publik
Filosofi Ing ngarsa sung tulada, yang bermakna memberikan teladan di depan, tercermin jelas dalam sosok Kapolda Kepulauan Bangka Belitung saat ...
Oleh: IPDA SERI IRAWAN,S.IP (Personel Polda Kep. Babel)
DALAM menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui keteladanan dan pendekatan humanis. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda tetapi tetap satu—menjadi fondasi dalam merawat keberagaman yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kerangka ini, peran pemimpin menjadi krusial. Filosofi Ing ngarsa sung tulada, yang bermakna memberikan teladan di depan, tercermin jelas dalam sosok Kapolda Kepulauan Bangka Belitung saat ini, Irjen Pol. Drs. Hendro Pandowo, M. Si.
Tidak hanya sekadar memberikan instruksi, Kapolda juga memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat. Sering kali terlihat dan terdengar Kapolda memberikan sumbangan air bersih melalui pembangunan sumur bor, bahkan dengan mengorbankan sebagian gaji dan remunerasi. Tindakan altruistik ini mencerminkan dedikasi dan kepedulian sosial yang tinggi. Tidak berhenti di situ, Kapolda juga sering terlihat membagikan bantuan secara langsung kepada anggota, memperkuat ikatan emosional dan solidaritas di tubuh Polri. Sikap ini mempertegas bahwa kepemimpinan sejati adalah memberikan contoh, bukan sekadar perintah.
Masyarakat pun mulai mengapresiasi ketulusan dan ketegasan Kapolda, bahkan banyak yang berharap agar beliau dapat menduduki jabatan yang lebih tinggi di tubuh Polri. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri akan meningkat jika setiap pemimpin dan anggota menunjukkan integritas serta kepedulian yang nyata.
Terobosan-terobosan seperti ini seharusnya menjadi pembelajaran berharga bagi bawahan, karena ketika seorang pemimpin telah memberikan contoh konkret, wajar jika anggota di bawahnya turut tergerak mengikuti.
Jika seluruh anggota Polri meneladani sikap dan kepemimpinan seperti Kapolda saat ini, niscaya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bangka Belitung akan terkendali dengan lebih baik. Masyarakat akan merasakan secara langsung dampak positif dari hadirnya Polri yang tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam arti yang sesungguhnya.
Terkait keamanan, dampak yang paling terasa oleh masyarakat adalah adanya upaya dalam memberantas geng motor. Terdapat 12 (dua belas) strategi utama yang diterapkan secara terukur yang menunjukkan kombinasi antara ketegasan dan pendekatan edukatif yaitu :
1. Mensosialisasi bahaya geng motor
2. Meminta dukungan dari forkopimda dan masyarakat
3. Melaksanakan rapat koordinasi bersama internal dan forkopimda
4. Deklarasi penolakan geng motor
5. Penandatanganan surat keputusan bersama tentang larangan geng motor
6. Sosialisasi keputusan bersama ke sekolah, instansi pemerintahan dan masyarakat
7. Deklarasi pembubaran geng motor
8. Edukasi bahaya geng motor di sekolah-sekolah
9. Menggelar spanduk tentang penolakan geng motor
10. Penghapusan tulisan/simbol geng motor
11. Melakukan penegakan hukum
12. Melakukan penangkapan terhadap DPO geng motor
Semua strategi tersebut dipadukan dengan penguatan akhlak dan adab anggota Polri, yang selalu diingatkan oleh Kapolda. Kapolda percaya bahwa jika akhlak dan adab personel Polri telah baik, hal ini akan menjadi delegasi moral yang dapat dicontohkan kepada masyarakat. Personel Polri yang berakhlak mulia dan beradab tinggi akan lebih mudah diterima dan dipercaya oleh masyarakat, sehingga proses pemeliharaan kamtibmas pun berjalan dengan lebih efektif.
Jika seluruh anggota Polri menginternalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, mengamalkan filosofi Ing ngarsa sung tulada, serta menunjukkan keteladanan seperti Kapolda Kepulauan Bangka Belitung saat ini, situasi kamtibmas di Bangka Belitung akan semakin terkendali. Dengan demikian, Polri akan benar-benar menjadi institusi yang dicintai, dihormati, dan dipercaya masyarakat, membawa Indonesia menuju masa depan yang aman, damai, dan harmonis.(*/E5)
Disclaimer: Berita opini ini telah diedit pada Jumat, 21 Februari 2025, pukul 18.39 WIB untuk memperbaiki kesalahan dalam penulisan 12 poin strategi utama, yang sebelumnya menggunakan huruf kapital secara keseluruhan.
| Dunia Kembali ke Nuklir, Indonesia Menapaki Jalan PLTN Pertama |
|
|---|
| Menuju Kedaulatan Energi: Siapa Memimpin, Siapa Menonton? |
|
|---|
| Klausula Choice of Law: Antara Kepastian Hukum dan Potensi Ketidakadilan dalam Kontrak Internasional |
|
|---|
| Indonesia Dalam Priority Watch List: Peringatan Serius Bagi Perlindungan Haki |
|
|---|
| Tambang llegal, Alam Hancur, Negara Absen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250221-IPDA-SERI-IRAWANSIP-Personel-Polda-Kep-Babel.jpg)