Cara Singapura Jadi Negara Maju Walau Tak Punya Sumber Daya Alam
Singapura ternyata memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain dan kuncinya ada pada seorang pemimpin ikonik, Lee Kuan Yew
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Singapura merupakan negara yang tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA).
Lantas mengapa Singapura dapat menjadi negara yang kaya dan maju?
Bahkan, menurut www.expatistan.com/cost-of-living/country/ranking, Singapura merupakan negara dengan biaya hidup termahal nomor lima dari seratus negara di dunia.
Singapura merupakan negara yang kecil, luasnya hanya 721.5 kilometer persegi.
Namun Singapura digadang-gadang sebagai negara paling kompetitif dalam hal ekonomi global di antara negara-negara yang memiliki pendapatan tertinggi di dunia.
Baca juga: Singapura Ikut Tarik Jajanan Telur Coklat Kinder Diduga Mengandung Salmonella
Populasi di Singapura pun hanya berjumlah 5.7 juta orang pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 populasi Singapura dilaporkan sebesar 5.5 orang saja.
Ini yang menjadikan Singapura akhirnya masuk dalam daftar 20 negara terkecil di dunia.
Dalam bidang ekonomi, Singapura sangat kukuh.
Ada sekitar 183,717 jutawan atau crazy rich di Singapura, lebih dari seribu orang diantaranya memiliki harta kekayaan yang sangat luar biasa.
Besaran gaji yang didapatkan oleh pekerja di Singapura pun sangat tinggi, bahkan setara dengan Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat.
Kini Singapura bersama dengan negara seperti Hong Kong, Korea Selatan dan Taiwan menjadi 'Asia Tiger'.
Sejarah Singapura
Singapura awalnya merupakan bagian dari negara Malaysia.
Pada tahun 1963, Malaysia dibentuk yang terdiri dari Malaya, Singapura, Sarawak, dan Sabah.
Tahun 1965, Singapura melespaskan diri dari Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220409-singapura-23.jpg)