Breaking News:

Jangan Anggap Sepele, Dispepsia Bisa Jadi Awal Munculnya Penyakit Serius

dispepsia atau gangguan pencernaan sebetulnya istilah menyatakan keluhan berkaitan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Gejalanya bisa bervaria..

kompas.com
Ilustrasi pencernaan manusia 

BANGKAPOS.COM -- Dispepsia disebut-sebut bisa jadi awal munculnya penyakit serius.

Ya, dispepsia atau gangguan pencernaan sebetulnya istilah menyatakan keluhan berkaitan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.

Gejalanya bisa bervariasi, mulai rasa nyeri seperti perih dan rasa tidak nyaman di perut bagian atas.

Bisa juga kembung, mual, begah dan perut terasa penuh.

Menurut dokter dr Lyon Clement, dispepsia bisa menjadi suatu penyebab munculnya penyakit-penyakit serius.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa di DPR RI Ricuh, Ade Armando Babak Belur di Gedung DPR RI, Celananya Hilang

Baca juga: Harga Gula Terkini 10 April 2022 Tembus Rp15 Ribu per Kg, Minyak Goreng Curah dan Telur Ayam Segini

Baca juga: Jokowi Tegaskan Pemilu 2024 Tak Ditunda, Besok Anggota KPU-Bawaslu Dilantik & Bahas Persiapan Pemilu

Baca juga: Poster-poster Lucu yang Dibawa Demonstran Hari Ini: 2 Ronde Aja Udah Ngos-ngosan Kok Minta 3 Kali

Baca juga: Benarkah Roh Orang Meninggal Pulang ke Rumah di Bulan Puasa Ramadhan, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

"Seperti penyakit gerd atau luka di lambung. Seringkali bisa dialami sehari-hari. Sebagai dampak dari pola makan kita yang kurang baik," ungkapnya pada siaran Radio Elshinta, dikutip Tribunnews, Senin (11/4/2022).

Ilustrasi.
Ilustrasi. (dok. Yashoda Hospital)

Misalnya, terlambat makan, terlalu lama menunda makan.

Kemudian makan yang kurang higenis, berlemak, asam dan pedas, sehingga menimbulkan dipepsia.

Jika didiamkan tanpa ada penanganan maka bisa jadi penyakit saluran cerna yang berkembang lebih serius.

Misalnya Gerd, ditandai refluks isi asam lambung kembali ke kerongkongan, sehingga menimbulkan nyeri dada, panas dan terbakar.

Jika dibiarkan terus menerus, bisa menimbulkan kerusakan pada kerongkongan kita.

"Di masa depan bisa terjadi kanker pada kerongkongan. Memang tidak segera terjadi. Namun butuh waktu lama sehingga berisiko besar," ungkapnya pada siaran Radio Elshinta dikutip Tribunnews, Senin (11/4/2022).

Baca juga: Dahsyatnya Doa Pendek ini, Sangat Dibenci Setan, Sampai-sampai Tak Berani Lagi Goda Manusia

Baca juga: Nita Gunawan Lapor ke Raffi Ahmad, Pusing Dihujat Tapi Ngaku Senang: Untungnya sama Sultan

Baca juga: Presiden Vladimir Putin Pamer Tas Tombol Nuklir saat Hadiri Pemakaman Politisi Senior Rusia

Baca juga: Sosok Wanita ini Ditakuti Nikita Mirzani, Nyai Bak Mati Kutu, Ngeri Sampai Ogah Melawannya

Selain itu, Dipepsia disebut juga bisa menyebabkan luka lambung.

Ilustrasi pencernaan manusia
Ilustrasi pencernaan manusia (kompas.com)

Ketika asam lambung diproduksi terlalu banyak, dapat menimbulkan iritasi dan menyebabkan luka.

Situasi ini bisa terjadi pada lambung atau usus halus.

Ada luka bisa diikuti dengan pendarahan saluran cerna. Kejadian ini terhitung sangat serius.

"Bisa kehilangan darah, sampai pingsan dan meninggal. Makanya jaga kesehatan kita selagi saluran penrcernaan masih sehat. Karena pengobatan sulit setelah terjadi luka," pungkasnya.

Baca juga: Ketika Emak-emak Dukung Mahasiswa Demo Tolak Penundaan Pemilu: Jangko Berhenti Nak, Turunkan Minyak

Baca juga: INILAH Cara Bayar Fidyah Puasa, Lengkap dengan Waktu dan Takarannya

Baca juga: Pantesan The Real Sultan, Hassanal Bolkiah Ternyata Dibayar Gaji Segini per Detik

Baca juga: Keluar dari Tjong A Fie, Ganjar Pranowo Naik Becak Keliling Kesawan, Lambaikan Tangan ke Warga Medan

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved