Breaking News:

Ramadhan

2030 Akan Ada 2 Kali Ramadan dan 2 Kali Idul Fitri, Ini Penjelasan Lapan dan LIPI

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan kali ini saja terjadi, tapi sudah beberapa kali dialami umat muslim.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Masyarakat saat melaksanakan salat Tarawih berjamaah perdana di Masjid Jamik Pangkalpinang, Bangka Belitung, Sabtu (2/4/2022) malam. Para jamaah tampak khusyuk melaksanakan ibadah keagamaan di bulan Ramadan. 

BANGKAPOS.COM - Umat muslim di dunia akan mengalami Ramadan dan Idul Fitri dua kali dalam satu tahun.

Momen ini akan terjadi pada tahun 2030 mendatang atau 8 tahun lagi dari sekarang.

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan kali ini saja terjadi, tapi sudah beberapa kali dialami umat muslim.

Biasanya, Ramadan dan Idul Fitri  hanya setahun sekali. Namun karena Ramadan dan Idul Fitri mengikuti peredaran bulan atau kalender Hijriah, sehingga tanggal dari dua momen tersebut akan selalu berubah jika mengikuti kalender masehi atau peredaran matahari.

Bahkan di tahun 2030 nanti, umat muslim akan merayakan bulan Ramadhan dan Idul Fitri sebanyak dua kali.

Baca juga: Proses Nuzulul Quran di Bulan Ramadan, Diturunkan dari Lauhul Mahfuz Ke Baitul Izzah Hingga Ke Bumi

Dilansir dari laman resmi Lapan.go.id, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( Lapan) beberapa waktu lalu memaparkan, pada 2030 nanti akan ada tiga momen besar keagamaan bagi umat Islam, yakni dua kali bulan suci Ramadan, dua kali hari raya Idul Fitri, serta satu kali Idul Adha.

Fenomena langka ini terakhir kali terjadi pada tahun 2000. Artinya, peristiwa ini bukan pertama kalinya.

Peneliti Lapan, Thomas Djamaluddin mengatakan, peristiwa langka dua kali Ramadan dan Idul Fitri di tahun yang sama masih akan terjadi di masa depan.

“Hal itu berulang sekitar 33 tahun, karena kalender Hijriah dan kalender Masehi ada selisih 10,9 hari," jelas Thomas Djamaluddin.

Meski ini kejadian langka yang jarang terjadi, fenomena ini biasa dan memang sudah seharusnya terjadi seperti itu.

“Ini hal yang biasa, tidak ada yang istimewa,” ujar Thomas Djamaluddin.

Untuk diketahui, dalam kalender Islam mengacu pada peredaran bulan atau disebut kalender Hijriah yang secara konsisten memiliki 11 hari lebih pendek dibanding kalender Masehi yang mengacu pada peredaran matahari.

Inilah kenapa setiap tahunnya bulan Ramadan dan Idul Fitri selalu maju 10 hingga 11 hari dari tahun sebelumnya.

Sebagai contoh, Idul Fitri 2020 terjadi pada 23 Mei dan Idul Fitri 2019 terjadi pada 3 Juni.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved