Minggu, 12 April 2026

Amerika Serikat Kirim Jet Tempurnya ke Ukraina, Rusia Terjunkan Lebih Banyak Pasukan

AS memberi bantuan jet tempur ke Ukraina pada Rabu (20/4/2022) untuk melawan Rusia yang kian brutal di kawasan timur negara itu, terutama Mariupol....

Sputnik
Jet tempur MiG-29 

BANGKAPOS.COM -- Amerika Serikat ( AS ) dilaporkan kirim jet tempur ke Ukraina.

Disebutkan, AS memberi bantuan jet tempur ke Ukraina pada Rabu (20/4/2022) untuk melawan Rusia yang kian brutal di kawasan timur negara itu, terutama Mariupol.

AFP melaporkan, Kementerian Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa Ukraina sudah menerima pesawat tempur dan suku cadangnya untuk meningkatkan pertahanan angkatan udara mereka.

Namun, Kemenhan AS tak menjabarkan lebih lanjut jenis jet tempur yang mereka kirim ke Ukraina.

Bantuan ini datang setelah Ukraina berulang kali mendesak negara Barat menyediakan jet Mig-29 untuk membantu mereka melawan pasukan Rusia.

Baca juga: Enaknya Pria yang Mencintai & Menikahi Janda, Miliki Keistimewaan & Bisa Bernilai Pahala Karena ini

Baca juga: Gara-gara Hal Ini, Mayangsari Mau Bunuh Sosok Ini, Namun Akhirnya Menikmati sampai 11 Tahun

Baca juga: Rusia Kini Berani Usik Sekutu Amerika Serikat di Asia yang Dukung Ukraina

Baca juga: Doa untuk Wanita Agar Selalu Terlihat Cantik dan Bercahaya di Mata Suami Berdasarkan Ayat Al Quran

Baca juga: Sejarah dan Biografi Singkat R.A Kartini Anak Bupati Jepara, Hari Ini 21 April sebagai Hari Kartini

Namun, tak mudah bagi AS dan negara Barat lainnya mengirimkan bantuan militer ke Ukraina.

Gambar yang diambil dan dirilis oleh citra satelit Maxar menunjukkan gedung apartemen dan toko yang terbakar dan rusak berat di Mariupol, tenggara Ukraina pada 18 Maret 2022.
Gambar yang diambil dan dirilis oleh citra satelit Maxar menunjukkan gedung apartemen dan toko yang terbakar dan rusak berat di Mariupol, tenggara Ukraina pada 18 Maret 2022. (AFP)

Mereka sangat berhati-hati agar tak menyulut emosi Rusia.

Sementara itu, Rusia semakin intensif melakukan serangan di Ukraina timur, termasuk Mariupol.

Ledakan terus terdengar dan korban jiwa berjatuhan.

Mereka yang bertahan harus berhadapan dengan fakta pahit.

Setidaknya 2.000 orang tak punya persediaan air minum dan makanan.

Serangan yang terus terjadi membuat komandan marinir di PLTN Azovstal, Serhiy Volyna, meminta bantuan ke seluruh pemimpin dunia.

Ia mengatakan, pasukannya sangat terancam dan bak menghadapi hari-hari terakhir hidupnya di tengah invasi Rusia.

Baca juga: Inilah Negara Penghasil Wanita Muslim Tercantik di Dunia, Cocok untuk Dijadikan Istri

Baca juga: Sosok Vivin Alvionica, Dulunya Cuma Bidan Biasa, Rezeki Gadis Ini Kini Jadi Pengusaha Sukses

Baca juga: Dahsyatnya Doa & Amalan Hasbunallah Wanikmal Wakil, Ayatnya Pendek tapi Memiliki Manfaat Luar Biasa

Baca juga: Luna Maya Gagal Foto Bareng RM BTS, Jackson Wang Jadi Pelipur Lara, Warganet: Aku Iri!

"Musuh melebihi jumlah kami, 10 banding satu," katanya.

Menanggapi gempuran Rusia ini, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan agar kedua negara segera menyepakati gencatan senjata menjelang Pekan Suci Ortodoks.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved