Rusia Blak-blakan Ingin Caplok Ukraina, Negara Bertetangga Ini Jadi Target Putin Berikutnya?
Moldova, Georgia, Estonia, Latvia, dan Lithuania Harus Siap-siap. Pada akhir Februari lalu, stasiun TV Rusia sempat membocorkan rencana besar ...
BANGKAPOS.COM -- Wakil komandan Distrik Militer Pusat Rusia, Rustam Minnekayev mengatakan, Rusia bertujuan mengambil kendali penuh atas Ukraina selatan dan timur selama perang.
Dilansir Reuters, kontrol itu akan memberi Rusia akses dari Crimea ke Transnistria, bagian Moldova yang memisahkan diri dan diduduki oleh Rusia.
Ini adalah pertama kalinya Rusia mengakui ambisi perolehan teritorial selama invasinya ke Ukraina dan mengancam Moldova.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov tidak mengomentari masalah ini ketika ditanya pada hari Jumat (22/4/2022).
Ukraina telah menunjuk komentar itu sebagai bukti perang akan meluas ke luar negara mereka.
Baca juga: NII, Organisasi Terlarang yang Berdiri 1949, Berencana Ingin Lengserkan Pemerintahan Jokowi
Baca juga: Dahsyatnya Doa Pendek ini, Sangat Dibenci Setan, Sampai-sampai Tak Berani Lagi Goda Manusia
Baca juga: Begini Pakaian Wanita Arab Saudi Berenang di Pantai, Ternyata Seperti Ini Bentuknya
Baca juga: Bacaan Doa dan Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dan Gambaran Waktu Datangnya Lailatul Qadar
Baca juga: Pria di Medan ini Sok Jago, Ambil Barang Tak Mau Bayar, Ujungnya Kena Smackdown: Aku Bayar Bang
“Mereka tidak akan berhenti. Komando distrik militer pusat Rusia mengumumkan korban berikutnya dari agresi Rusia," cuit Kementerian Pertahanan Ukraina dikutip dari Kompas.com.
“Setelah mendapatkan kendali atas Ukraina selatan, Rusia berencana untuk menyerang Moldova, di mana mereka mengatakan penutur bahasa Rusia sedang tertindas," tambahnya.
Pasukan Rusia telah memfokuskan kembali upaya mereka ke Ukraina timur setelah tidak membuat keuntungan yang signifikan pasca dua-bulan pertempuran.
Saat invasi berlanjut, Ukraina terus menuduh Rusia melakukan kejahatan perang, sementara Presiden Biden menyebut serangan itu sebagai “genosida.”
AS telah memberikan bantuan miliaran dollar yang mencakup senjata yang dibutuhkan negara itu untuk melawan pasukan Rusia.
Menteri pertahanan Ukraina mengatakan organisasi keamanan internasional telah gagal.
Biden bersumpah untuk menerima orang Ukraina, tetapi bukan sebagai pengungsi resmi.
Baca juga: Terbongkar, Tarif Manggung Tri Suaka Disorot Bak Raja, Bandingkan dengan Band Ternama Ini, Juah Beda
Baca juga: Pria ini Cari Gara-gara dengan Mike Tyson, Akhirnya Rasakan Bogem Mentah dari Si Leher Beton
Baca juga: Luna Maya Jadi Sorotan Saat Pamer Perut Ramping di Los Angeles, Putih Mulus dan Rata
Baca juga: Ramzan Kadyrov, Si Panglima Perang Chechnya Siap Memburu dan Membunuh Presiden Ukraina
AS dan negara-negara Barat lainnya mengatakan mereka tidak akan terlibat langsung dalam perang kecuali Rusia menyerang negara NATO.
Namun, aliansi NATO juga mengatakan situasinya bisa berubah jika Rusia mulai menggunakan senjata nuklir atau kimia.
Ukraina telah menuduh pasukan Rusia menggunakan senjata kimia, menargetkan warga sipil dan memperkosa wanita dan anak-anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220424-Vladimir-Putin-okee1.jpg)