Sabtu, 18 April 2026

Rudal Satan 2 Milik Rusia Siap Digunakan, Amerika Serikat dan Inggris Bisa Hancur

Pasukan Rusia telah merebut lebih dari 42 kota dan desa di wilayah timur Ukraina dalam beberapa hari terakhir. Hal itu juga diakui pejabat Kyiv...

Russianspaceweb.com
Kontainer kereta mengangkut Sarmat, rudal balistik antarbenua buatan Rusia. Sarmat akan menjadi rudal balistik antarbenua terbesar di dunia yang pernah dimiliki Rusia. Jarak jangkaunya mencapai 18.000 kilometer. 

Pasukan Rusia telah merebut lebih dari 42 kota dan desa di wilayah timur Ukraina dalam beberapa hari terakhir. Hal itu juga diakui pejabat Kyiv. Pertempuran antara Rusia dan Ukraina benar-benar sengit sejak melancarkan "perang fase 2" di wilayah Ukraina timur.

BANGKAPOS.COM -- Rusia dikabarkan siap gunakan Rudal Satan 2 miliknya.

Seperti diketahui, di tengah keberhasilan dalam pendudukan 42 kota dan desa di Wilayah Ukraina, kini pihak Rusia mengumumkan telah bersiap menggunakan Rudal Balistik Interkontinental Satan 2 pada musim gugur mendatang.

Kremlin pada Rabu (20/4/2022), bakal mempersiapkan penggunaan sistem rudal balistik interkontinental (ICBM) Sarmat yang bisa digunakan untuk nuklir.

Rudal dengan nama Satan 2, itu mampu terbang sejauh 17.000km dan membawa lebih dari 12 hulu ledak, serta mampu memusnahkan area sebesar Inggris. Rencana penggunaan rudal Satan 2 itu diungkapkan oleh Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin.

Dilansir dari The Sun, Rogozin mengungkapkan, unit tersebut akan ditempatkan ke Uzhur sekitar 2.897km sebelah timur Moskow.

Baca juga: Tak Disangka Perempuan di Jeddah, Arab Saudi Lebih Suka Keluar Malam Hari Gara-gara Ini

Baca juga: Pria Gondrong yang Ancam Patahkan Leher Wali Kota Sudah Ditangkap, Begini Tanggapan Bobby Nasution

Baca juga: India Terkejut Indonesia Larang Ekspor Minyak Sawit: Kami Tidak Mengharapkan Seperti Ini

Baca juga: Antisipasi Cina Hadapi Larangan Ekspor Minyak Sawit dari Indonesia, Siap Beralih ke Komoditas Ini

Baca juga: Bacaan Doa ketika Mendengar Petir dan Hujan, Bisa Dibaca Agar Selamat dari Bencana dan Jadi Berkah

Pernyataan Rogozin diungkapkan setelah Rusia sukses melakukan uji coba peluncuran rudal tersebut.

Berdasarkan rekaman video menunjukkan rudal setinggi 35 meter tersebut diluncurkan dari sebuah silo bawah tanah.

Uji coba peluncuran rudal nuklir Sarmat
Uji coba peluncuran rudal nuklir Sarmat (twitter)

Rudal tersebut mampu menempuh jarak sekitar 5.794km dalam waktu 15 menit. Menurut sumber dari pertahanan Rusia, rudal itu kemudian mendarat di tempat uji coba rudal di Semenanjung Kamchatka di timur jauh negara tersebut.

Presiden Rusia, Vladimir Putin memperingatkan bahwa peluncuran rudal ballistic intercontinental Sarmat akan menjadi perhatian bagi siapa pun yang mengancam Rusia.

Hulu ledak terpisah di dalam rudal Satan 2 mampu melepaskan diri dari 100 ton rudal utama sebelum melakukan perjalanan menuju target mereka dengan kecepatan hipersonik.

Bom itu 1.000 kali lebih kuat daripada yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di Nagasaki dan Hiroshima saat Perang Dunia II. Itu berarti rudal tersebut mampu menghancurkan area seluas Inggris, Wales atau Texas di AS.

Pejabat Rusia mengatakan, RS-28 Sarmat memiliki kemampuan menggunakan lintasan dan rute tak terduga yang secara substansial menghambat penghancuran mereka, bahkan oleh sistem pertahanan rudal canggih.

Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan Sarmat ICBM mampu mengatasi sistem pertahanan rudal apa pun. Hal itu berkat karakteristik massa energi dari rudal, jangkauan peralatan tempurnya telah berkembang secara fundamental baik dari segi hulu ledak dan jenisnya. Termasuk peluncur hipersonik.

Baca juga: Bacaan Doa dan Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dan Gambaran Waktu Datangnya Lailatul Qadar

Baca juga: Terbongkar, Tarif Manggung Tri Suaka Disorot Bak Raja, Bandingkan dengan Band Ternama Ini, Juah Beda

Baca juga: Rusia Blak-blakan Ingin Caplok Ukraina, Negara Bertetangga Ini Jadi Target Putin Berikutnya?

Baca juga: NII, Organisasi Terlarang yang Berdiri 1949, Berencana Ingin Lengserkan Pemerintahan Jokowi

Pejabat Ukraina mengakui pasukan Rusia telah merebut lebih dari 42 kota dan desa di wilayah timur negara itu dalam beberapa hari terakhir.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved