Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban Masuk dalam Daftar Musuh Ukraina
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban ditambahkan ke daftar musuh negara Ukraina
BANGKAPOS.COM - Pemerintah Ukraina memasukkan Hungaria ke daftar musuh mereka, menyusul sikap negara itu yang terkesan membantu Rusia.
Bahkan Alexey Danilov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina (NSDC), menuduh Hungaria berambisi merebut wilayah di Ukraina.
Danilov menambahkan, ada konsekuensi logis atas niat itu.
Pernyataan ini muncul setelah Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban ditambahkan ke daftar musuh negara Ukraina.
Baca juga: Jangan Berani-berani Sentuh Bangkai Unta di Gurun, Hal Ini yang Akan Terjadi
Baca juga: Suami Berusia 74 Tahun Syok Pergoki Istri Umur 21 Tahun Berbuat Dosa dengan Pria Tua di Kamar Mandi
Baca juga: Kebijakan Malaysia Bak Tampar Indonesia yang Batal Gratiskan Tol Meski Macet Lebih dari 1 Km
Alexey Danilov mengemukakan pendapatnya itu ke media Senin (2/5/2022, seperti dikutip Russia Today, Selasa (3/5/2022) WIB.
Hungaria secara terbuka berbicara tentang kerja samanya dengan Rusia. Terutama terkait pasokan minyak dan gas ke negara itu dari Rusia.
Danilov menambahkan, Hungaria dapat memblokir masuknya Ukraina ke NATO. Menurutnya, Hungaria berpikir bisa mengambil bagian wilayah mereka.
“Ini tidak akan pernah terjadi. Kemenangan pasti akan menjadi milik kita. Tentang Hungaria, yang berperilaku seperti ini, kita akan melihat apa konsekuensinya bagi negara ini,” katanya.
Tuduhan Danilov itu diduga merujuk ke Transcarpathia, sebuah wilayah di Ukraina barat berpenduduk sekitar 150.000 etnis Hongaria, yang telah menjadi sengketa antara Cekoslowakia, Hungaria, dan Uni Soviet selama abad ke-20.
Pada Senin, PM Hungaria yang baru-baru ini terpilih dimasukkan ke Mirotvorets (Pembuat Perdamaian) database online terkenal yang dikelola untuk memasukkan orang-orang yang dianggap musuh Ukraina.
Beberapa di antaranya telah dibunuh setelah masuk ke daftar hitam. Situs web tersebut melabeli Orban sebagai kaki tangan penjahat perang Rusia dan propagandis anti-Ukraina.
Meskipun Hungaria adalah anggota Uni Eropa dan NATO, Orban telah menolak untuk mengirim senjata ke Ukraina.
Ia juga tidak mengizinkan transit pengiriman semacam itu melalui wilayah negaranya. Budapest juga menentang embargo minyak dan gas terhadap Moskow.
Baca juga: Satu Kampung Batal Sholat Ied Karena Kejadian Tak Terduga, Warganya Masuk Rumah Sakit
Baca juga: Kiki Fatmala Syok Tahu Idap Kanker Paru Stadium 4 sampai Bahas Pemakaman: Tak Ada Tanda Sama Sekali
Baca juga: Ridho Roma Buka Suara Usai Bebas Bersyarat dan Keluar dari Penjara di Hari Lebaran
Pada Senin, outlet Jerman ZDF melaporkan Hungaria menunjukkan gelagat berubah pikiran, dan bakal ikut menjatuhkan sanksi ala Uni Eropa terhadap Rusia.
Juru bicara pemerintah Hungaria Zoltan Kovacs membantah laporan tersebut. Sikap Budapest tentang sanksi minyak dan gas tetap tidak berubah. Mereka tidak mendukungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220408-tentara-ukraina-memeriksa-lokasi-ledakan.jpg)