Jumat, 10 April 2026

100 Hari Serangan Rusia, Ini Potret Kehancuran Ukraina Hadapi Konflik Terburuk Eropa

Dalam beberapa dekade belakang, invansi yang dilakukan Rusia ke Ukraina bisa dibilang konflik terburuk di Eropa, ini rangkumannya setelah 100 hari.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Teddy Malaka
RONALDO SCHEMIDT / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (tengah) berbicara kepada pers di kota Bucha, barat laut ibukota Ukraina, 

BANGKAPOS.COM - 100 hari sudah Rusia menginvansi Ukraina, sejak 24 Februari 2022.

Saat ini Ukraina mengalami kehancuran yang cukup parah.

Dibawah kepemimpinan Volodymyr Zelensky, negara yang berbatasan langsung dengan Rusia timur itu telah kehilangan 60-100 tentaranya.

Berbagai fasilitas umum bahkan beberapa kota di Ukraina pun telah berhasil dikuasai oleh Kremlin Rusia.

Ukraina mengakui bahwa Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah Severodonetsk, Provinsi Luhansk, Ukraina timur pada Selasa (31/5/2022).

Gubernur Luhansk, Serhiy Gaiday mengatakan bahwa hampir semua infrastruktur penting di Severodonetsk telah hancur, dan 60 persen properti permukiman rusak tidak dapat diperbaiki.

Baca juga: Pria Tua Ini Nikahi Janda Beranak Satu, Begini Kisah Cinta Mereka dari Awal Pertemuan

Baca juga: Serahkan Uang Rp 50 Juta ke KPK, Suparlan: Saya Tidak Mau Menerima yang Bukan Hak Saya

Sebelumnya, Ukraina gagal merebut Ibu Kota Ukraina, Kyiv.

Tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol, saat pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan gencar besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus menantang untuk perang terhadap tetangga Rusia. (Photo by Alexander NEMENOV / AFP)
Tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol,
saat pasukan Rusia merebut kota tersebut AFP/ALEXANDER NEMENOV)

Sehingga, Rusia beralih ke wilayah Ukraina timur dan berhasil merebut wilayah Severodonetsk, dan memiliki kendali penuh atas Luhansk.

Seorang pejabat lokal mengatakan pada hari Rabu bahwa pasukan Rusia menguasai sekitar 70 persen kota.

Dimana saat ini hanya tersisa sekitar 12.000 penduduk dari 100.000 populasi sebelum perang, melansir nytimes.com.

Seorang wanita berjalan melewati gedung apartemen yang hancur di kota Borodyanka pada 1 Juni 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
Seorang wanita berjalan melewati gedung apartemen yang hancur di kota Borodyanka pada 1 Juni 2022,
di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (DIMITAR DILKOFF / AFP)

Dalam pertempuran yang masih bergulir di dataran timur, pasukan Ukraina didukung oleh janji bahwa senjata Barat akan segera tiba.

Pada hari Selasa, Presiden Biden mengumumkan rencana untuk memberi Ukraina beberapa sistem peluncuran roket, senjata artileri jarak jauh yang kuat. 

Pejabat AS dan Ukraina mengatakan sistem itu tidak dimaksudkan untuk menyerang target di Rusia.

Pada hari Rabu, Kanselir Olaf Scholz dari Jerman berjanji untuk mengirim sistem pertahanan udara yang canggih dan radar pelacak yang mampu menemukan artileri Rusia.

Mayat warga sipil tergeletak di jalan Yablunska di Bucha, barat laut Kyiv, setelah tentara Rusia mundur dari kota, 2 April 2022
Mayat warga sipil tergeletak di jalan Yablunska di Bucha, barat laut Kyiv, setelah tentara Rusia mundur dari kota,
2 April 2022 (RONALDO SCHEMIDT / AFP)

Sepanjang perang, keadaan militer Ukraina memang sulit dinilai layak mengalahkan Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved