Rabu, 29 April 2026

Dari Mana Asal Cincin Planet Saturnus? ilmuan Ungkap Hal Tak Terduga Ini

Dari Mana Asal Cincin Planet Saturnus? ilmuan Ungkap Hal Tak Terduga Ini, begini katanya

Editor: Evan Saputra
Pixabay
Dari Mana Asal Cincin Planet Saturnus? ilmuan Ungkap Hal Tak Terduga Ini. Ilustrasi planet Saturnus. 

Lantas, kenapa ada cincin di Saturnus?

Para ilmuwan menduga satelit alami Saturnus disebut berkontribusi untuk memberikan debu ke cincinnya, serta menyerap debu-debu itu.

Baca juga: Aura Kasih Pakai Baju Tidur Minta Temenin Dayung, Siapa yang Mau Menemani?

Seperti dilansir dari Universe Today, Jumat (24/6/2022) ilmuwan lain mengungkapkan teori mengenai bagaimana semua materi awal erakumulasi di cincin Saturnus dikarenakan serangkaian tumbukan asteroid.

Tumbukan asteroid pada Bulan di Saturnus menyebabkan sisa-sisa dari material itu tertarik oleh gravitasi dan pada akhirnya membentuk cincin. Artinya, cincin planet Saturnus terbuat dari sisa-sisa material tumbukan asteroid.

Cincin yang melingkari Saturnus juga diprediksi telah terbentuk sejak 4,5 miliar tahun yang lalu.

Ukuran planet Saturnus

Untuk diketahui, planet Saturnus memiliki ukuran 9 kali lebih lebar dari Bumi dengan jarak hingga 58.232 kilometer. Jika diibaratkan Bumi seukuran nikel, maka Saturnus sebesar bola voli.

Baca juga: Karakteristik Saturnus, Planet Bercincin Paling Megah

NASA menyebut, planet itu juga memiliki keunikan pada Bulan-bulannya. Permukaan Titan, yakni Bulan terbesar kedua di Tata Surya yang dimiliki Saturnus diselimuti kabut. Sementara Phoebe dipenuhi oleh kawah di permukaannya.

Saat ini, Saturnus tercatat memiliki 53 bulan yang sudah dikonfirmasi ditambah dengan 29 bulan tambahan yang masih menunggu konfirmasi untuk penamaannya.

Baca juga: Kamu Wajib Tahu, WhatsApp, Google, Facebook Terancam Diblokir, Ternyata Karena Hal Ini

Lingkungan Saturnus tidak cocok untuk kehidupan manusia karena suhu, tekanan, dan materialnya terlalu ekstrem dan mudah berubah bagi organisme untuk beradaptasi.

Planet Saturnus adalah tempat yang tidak mungkin bagi makhluk hidup untuk bertahan, hal yang sama tidak berlaku untuk beberapa dari banyak bulannya.

Namun, satelit alami seperti Enceladus dan Titan yang memiliki lautan dalam menurut NASA mungkin dapat mendukung kehidupan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved