Idul Adha 2022

Sering Diberi Uang karena Anak Yatim, Bocah Ini Diam-diam Menabungnya Buat Beli Hewan Kurban

Sering Diberi Uang karena Anak Yatim, Bocah Ini Diam-diam Menabungnya Buat Beli Hewan Kurban, Pak RT Takjub

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
ist
Elloco Gunzalez (kiri), yang kerap diberi uang karena anak yatim namun diam-diam menabungnya untuk beli hewan kurban. 

Sementara itu, Eko mengaku gembira karena akhirnya bisa berkurban di tahun ini.

"Udah sekitar satu tahun lah ngumpulin uangnya. Kemarin juga sebenarnya uangnya kurang, terus ditambahin sama ibu," kata Eko.

Ketua RT Takjub

Ketua RT 04, RW 01, Kelurahan Padang Mulia, Koba sekaligus panitia kurban di Musholah Nur Qomariah, Alek Kusnadi merasa takjub.

Ia sempat tak percaya jika ada anak salah satu warganya ingin berkurban.

"Awalnya ibu Eko ini nemuin saya dan bilang kalau anaknya itu mau kurban kambing dari hasil uang sendiri. Saya kaget dan takjub dengan keinginannya itu," ujar Alek.

Baca juga: Siapa Saja yang Berhak Menerima Daging Kurban Hari Raya Idul Adha, Ini Penjelasan Para Ulama

Ia membenarkan tabungan untuk membeli kurban didapatkan dari hasil sumbangan dan bantuan-bantuan yang sering diterima Eko.

"Anak itu (Eko-red) itu sudah jadi yatim karena ditinggal bapaknya sejak masih umur tiga tahun.

Makanya kadang-kadang sering dapat bantuan dan sumbangan dari orang-orang," tambahnya.

Lanjut dia, uang tersebutlah yang kemudian dimanfaatkan Eko untuk membeli sapi kurban

"Dulu waktu beli kambing kurban, uangnya itu kurang. Terus ditambahin juga sama ibunya dan dapat diskon juga dari penjual kambingnya," ungkapnya.

Tak hanya itu, untuk mencukupi uang membeli kambing kurban, Eko juga sempat beberapa kali kedapatan mengambil barang bekas untuk dijual kembali.

"Makanya saya salut sama anak itu, apalagi perangai sehari-harinya juga baik dan sikapnya sopan banget," terang Alek.

Menurut Alek, keluarga Asih dan Almarhum Herman memang terkenal sebagai orang yang baik dan mampu mendidik anak-anaknya dengan bagus.

Bahkan, ketiga anak dari pasangan suami istri tersebut kebanyakan menempuh pendidikannya di pondok pesantren,

Termasuk Eko yang akan melanjutkan pendidikannya di salah satu Pondok Pesantren yang ada di Desa Nibung, Bangka Tengah.

"Ini adalah insipirasi sekaligus tamparan keras bagi kita semua, terutama orang-orang yang sebenarnya mampu secara keuangan namun tidak berniat untuk berkurban," kata Alek (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved