Sabtu, 11 April 2026

Berita Bangka Selatan

Perlukah Jembatan Bahtera? Ini Dampak Sosial Maupun Keuntungan yang Diterima Warga Babel

Rencana mega proyek Jembatan Bahtera diprediksi menelan biaya Rp 15 triliun ternyata sudah selesai dokumen Pra Studi Kelayakan Proyek, FS

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Jembatan Bahtera 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Masih ingat dengan rencana mega proyek pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera (Bahtera) Sriwijaya antara Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Roesman Periode 2017-2022 bersama Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Kamis (17/9/2020) lalu.

Namun rencana pembangunan tersebut masih mengundang pro dan kontra di masyarakat.

Setelah ditelusuri bangkapos.com, rencana mega proyek yang diprediksi menelan biaya Rp 15 triliun ini ternyata sudah selesai dokumen Pra Studi Kelayakan Proyek, Feasibility Study (FS)  telah diselesaikan pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Fungsional, Teknik Jalan Jembatan Dinas PUPR Babel, Yuli Hartati didampingi Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Babel, Martini, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan tahapan pra studi Feasibility Study (FS) yang kemudian diserahkan ke Kementerian PUPR.

"Untuk jembatan Bahtera, kalau untuk Pemerintah Provinsi Babel sampai di Pra Studi FS. Selebihnya untuk FS dilakukan pihak Kementerian PUPR. Nah, untuk Detail Engineering Design (DED) juga di Kementerian PUPR, setelah akhir FS-nya apakah bakal berkelanjutan atau tidak untuk memenuhi syarat atau tidak dilaksanakan DED-nya oleh kementerian," jelas Yuli.

Yuli menambahkan, untuk Feasibility Study (FS) dilakukan untuk dapat mempelajari layak atau tidak jembatan dibangun, kemudian menilai sisi ekonomis, keamanan apabila dibangun nantinya.

"Disitu akan tahu layak atau tidak, setelah ada hasilnya, kalau layak kemudian ditentukan desainnya. Kalau dari kita telah melaksakan pra studinya, nanti study itu dan DED dilakukan oleh Kementerian PUPR. Hasilnya seperti apa layak atau tidak," ujarnya.

Untuk titik lokasi yang bakal dibangun jembatan, antara Desa Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan ke Desa Tanjung Tapak Sumatera Selatan dengan panjang jembatan 13,5 KM dan menelan biaya berkisar Rp 15 triliun bersumber dari APBN.

Namun menurutnya, dapat saja berubah karena melihat naiknya harga sejumlah barang kebutuhan.

"Kalau itu kemungkinan bisa berubah, karena melihat harga kebutuhan pokok juga. Tetapi kalau untuk manfaat tentu ini berdampak pada ekonomi barang-barang pokok kita semula lewat kapal laut, bakal melalui jembatan itu yang semula susah bakal menjadi lancar, karena tidak ada lagi kendala dari gelombang tinggi," jelasnya.

Keuntungan adanya Jembatan Bahtera 

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Azwari Helmi mengatakan, apabila dibangun jembatan Bahtera menjadi alternatif untuk menjadikan murahnya harga barang-barang kebutuhan pokok di Babel.

"Karena kita ini daerah kepulauan, selalu ketergantung dengan daerah luar. Dari mulai beras, gula, kopi dan lainnya. Tetapi apabila ada jembatan Bahtera mereka bisa langsung melalui jalur darat. Termasuk dari kita, artinya bukan hanya dari luar ke Babel. Tetapi dari Babel ke luar juga bisa," kata Azwari Helmi kepada Bangkapos.com, Rabu (13/7/2022).

Termasuk, kata Helmi apabila masyarakat Babel yang ingin menjual TBS kelapa sawit dan barang pokok lainya langsung dapat dilakukan ke Provinsi Sumatera Selatan.

"Sudah ada jembatan jual buah sawit dapat ke Palembang, karena di dalam Babel ini dijual murah. Siapa tahu dijual ke luar Babel menjadi lebih mahal. Jadi sudah selayaknya jembatan itu dibangun. Kita dari DPRD jelas mendukung," kata Politikus PPP ini.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved