Senin, 27 April 2026

Berita Bangka Selatan

Perlukah Jembatan Bahtera? Ini Dampak Sosial Maupun Keuntungan yang Diterima Warga Babel

Rencana mega proyek Jembatan Bahtera diprediksi menelan biaya Rp 15 triliun ternyata sudah selesai dokumen Pra Studi Kelayakan Proyek, FS

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Jembatan Bahtera 

Helmi juga menyampaikan, untuk tindak lanjut jembatan tersebut saat ini sedang dilakukan proses di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Kita sudah ke Bappenas proyek itu dilanjutkan, tetapi untuk 2024 tidak selesai, belum. Prosesnya masih berjalan, karena banyak sekali pembebasan lahan dilakukan dan lainya masih banyak dilakukan," terangnya.

Ia meyakini, apabila jembatan Bahtera jadi dibangun akan berdampak besar untuk pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung.

"Babel akan tumbuh perekonomiannya, kita tidak lagi seperti terisolir, karena tranportasi darat ke daerah Sumsel lancar," katanya.

Ilustrasi Jembatan Bahtera
Ilustrasi Jembatan Bahtera (Darwinsyah/BangkaPos)

 

Dampak Sosial

Sementara itu, Rektor Universitas Bangka Belitung Ibrahim, menjelaskan terkait dampak sosial dari pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya penghubung pulau Bangka dengan Sumatera Selatan.

Menurutnya ada dampak positif berupa aksesibilitas dan peluang peningkatan arus finansial.

"Karena perlu dipikirkan dampak sosial dari pembangunan jembatan Bahtera Sriwijaya. Saya kira kita perlu mendudukkan persoalan ini secara proporsional dan objektif. Kekhawatiran akan dampak ikutan, misalnya arus masuk orang dengan ikutan kultural dan perubahannya memang hal biasa dalam sebuah pembangunan megaproyek, tapi saya kira mempersiapkan dampak yang berpotensi muncul harus mulai dipilah dan diberikan atensi,"jelas Ibrahim yang juga menjadi Dosen FISIP UBB kepada Bangkapos.com, Sabtu (19/9/2020).

Ibrahim mengatakan jika jembatan ini terwujud, pemerintah artinya sedang mengkoneksikan dua pulau yang besar dengan segenap potensinya dan yang kecil dengan segala potensinya. 

"Komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan mega proyek ini memang akan prestisius karena selain biaya, juga soal kecanggihan teknologi yang akan jadi pertaruhannya," kata Ibrahim.

Mengenai, studi kelayakannya tentunya akan menjadi perhitungkan semua aspek, tapi terpenting adalah menutup serapat mungkin celah negatif yang muncul dan berkembang.

"Perlu dipikirkan proses mitigasi sosial, yakni kanal-kanal antisipatif untuk setiap persoalan sosial yang akan muncul, utamanya yang negatif. Pemerintah Provinsi perlu membangun skenario terbaik untuk memberikan gambaran bagaimana caranya nanti mengantisipasi hal-hal krusial nanti yang akan merugikan kedua belah pihak,"  saran Ibrahim.

"Saya kira ini soal komunikasi publik karena sebenarnya apa yang akan terjadi kelak masih berandai-andai, termasuk dampak negatifnya. Nah pemerintah kedua provinsi perlu membangun argumen rasional untuk meyakinkan publik," lanjutnya.

Namun menurut Ibarahim, setiap pembangunan selalu menimbulkan dampak ini adalah konsekuensi mendasar. 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved