Berita Bangka Selatan
Perlukah Jembatan Bahtera? Ini Dampak Sosial Maupun Keuntungan yang Diterima Warga Babel
Rencana mega proyek Jembatan Bahtera diprediksi menelan biaya Rp 15 triliun ternyata sudah selesai dokumen Pra Studi Kelayakan Proyek, FS
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
"Aspek kriminalitas, kedaulatan ekonomi dan kultural, serta gesekan antarbudaya ini menjadi aspek yang paling harus dipikirkan. Kalau hitung-hitungan biaya dan benefit, saya kira pemerintah pusat punya perhitungan yang matang, tak asal menggelontorkan anggaran," kata Ibrahim.
Dia mengharapkan bagi masyarakat lokal, kesiapan akan perubahan sosial nanti menjadi persoalan penting. Kemandirian, kecekatan menangkap peluang, serta kekuatan menjaga identitas tanpa kehilangan keterbukaan adalah hal penting untuk diinternalisasi.
Peningkatan Ekonomi Babel dan Sumsel
Rencana pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya, menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dengan Kepulauan Bangka Belitung dianggap memiliki potensi peningkatan perekonomian di dua daerah itu.
Hal tersebut, disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Devi Valeriani, menurutnya. Pembangunan infrastruktur jembatan ini begitu penting untuk menghubungkan antar daerah maupun antar pulau, terlebih karena Bangka Belitung adalah Wilayah Kepulauan.
"Kedua provinsi tersebut masing-masing memiliki potensi untuk mengembangkan ekonominya dengan terbangunnya Jembatan Bahtera Sriwijaya maka konektivitas antar kedua wilayah tersebut memiliki alternatif dengan harapan jalur lalu lintas diantara kedua wilayah tersebut menjadi lebih lancar,"kata Devi Valeriani kepada Bangkapos.com, Sabtu (19/9/2020).
Devi menjelaskan masyarakat dapat melakukan kegiatan berwisata dengan jarak tempuh yang lebih pendek, ekspor maupun impor barang, terutama pangan sehingga mendukung ketahanan pangan dan terjaganya inflasi dengan harapan mampu mendongkrak daya saing produk lokal.
"Pembangunan jembatan ini tidak hanya sekedar pembangunan infrastruktur saja. Namun akan memberi harapan berupa manfaat untuk mengurangi disparitas atau ketimpangan baik secara ekonomi maupun sosial. Yang tujuan akhir dari pembangunan tersebut adalah pemerataan hasil pembangunan melalui peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Diidentikkan dengan pendapatan, pendidikan dan kesehatan masyarakat," jelasnya.
Dia menambahkan dengan pembangunan konektivitas ini maka diharapkan akan terjadi kemudahan dan kelancaran mobilitas rakyat dalam bekerja dan berusaha, juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Peluang yang harus ditangkap oleh masyarakat Bangka Belitung adalah bagaimana memanfaatkan akses tersebut untuk kegiatan-kegiatan yang bernilai ekonomis, seperti kemudahan memperoleh bahan baku bagi usahanya, kemudahan akses menjual produk-produk usaha, kemudahan akses pendidikan dan kesehatan," ungkap Devi.
Selain itu, menurutnya sektor yang akan merasakan dampak dari pembanguanan jembatan ini diantaranya adalah pariwisata, transportasi dan pergudangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan dan tidak menutup kemungkinan sektor-sektor lainnya.
"Manfaat lain dari pembangunan jembatan ini adalah adanya kemajuan yang pesat bagi kedua wilayah, memperlancar urat nadi yang menjadi ciri khas masing-masing daerah yang dikenal banyak orang karena terbukanya jalur transportasi dan komunikasi," harap Devi.
Dia mengatakan, manfaat tersebut akan bergulir memberi dampak ekonomi karena akan terbentuknya keramaian arus kendaraan, pertumbuhan angkutan barang maupun orang melalui jalur darat ini diharapkan akan meningkat signifikan dan daya saing ekonomi antar daerah akan tumbuh.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri focus group discussion (FGD) Rencana Pembangunan Jembatan Bangka-Sumatera (Bahtera), Kamis (17/9/2020).
Diskusi yang berlangsung di kantor Gubernur Babel itu membahas titik lokasi alternatif atau tapak pembangunan Jembatan Bahtera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-jembatan-bahterabangkapos.jpg)