Kamis, 9 April 2026

Misteri Pertengkaran Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Magelang

Bharada E mengungkapkan fakta baru bahwa ada pertengkaran hebat antara Irjen Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi sebelum Brigadir J dibunuh.

Editor: fitriadi
kolase TribunPalu.com
Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo dan Putri Cantrawathi. Fakta baru terungkap dari pengakuan Bharada E bahwa terjadi pertengkaran antara Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Magelang atau sebelum kejadian pembunuhan Brigadir J pada hari yang sama, Jumat (8/7/2022). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Hingga saat ini Polri belum mengungkap motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Alasannya, penyidik Tim Khusus (Timsus) Polri masih melakukan pendalaman penyidikan kasus pembunuhan berencana tersebut.

Sejumlah saksi kunci sudah menjalani pemeriksaan terkait kasus menghebohkan publik ini.

Hasilnya empat orang yakni mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga (ART) keluarga Ferdy Sambo, Kuwat Maruf (KM) ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik terus mendalami penyidikan kasus ini. Tak terkecuali Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo turut diperiksa.

Baca juga: Brigadir J Dibunuh karena Bocorkan Informasi Dugaan Kejahatan Terhadap Putri Candrawathi, Benarkah?

Baca juga: Ketika Putri Candrawathi Foto Bareng 3 Ajudan Ferdy Sambo, Tersenyum Pegang Tangan Brigadir J

Baca juga: INILAH Kesalahan Bripka RR dan ART Irjen Ferdy Sambo dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Motif kasus pembunuhan Brigadir J masih menjadi tanda tanya publik.

Di balik rasa penasaran publik itu terungkap fakta baru dari pengakuan Bharada E, ajudan Irjen Ferdy Sambo yang menjadi tersangka.

Dikutip Bangkapos.com dari Wartakotalive.com, Bharada E mengungkapkan fakta baru bahwa ada pertengkaran hebat antara Irjen Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi (PC), di hari penembakan atau pembunuhan Brigadir J.

Pertengkaran itu terjadi di Magelang yang membuat Putri Candrawathi menangis sejak di Magelang, hingga kembali ke Jakarta pada 8 Juli, di hari tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Meski begitu, Bharada E tidak tahu pasti apa penyebab pertengkaran yang membuat istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menangis. Hingga akhirnya Bharada E diperintahkan menembak Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Karenanya diduga kuat ada hubungan antara insiden menangisnya PC dengan tewasnya Brigadir J yang dibunuh Irjen Ferdy Sambo.

Hal itu dikatakan kuasa hukum Bharada E, Muhammad Boerhanuddin, di kanal YouTube acara Hot Room Metro TV, Rabu (10/8/2022) malam.

"Bharada E tidak menyebut masalahnya, cuma kata dia Ibu Putri nangis-nangis dari Magelang itu. Menangis-nangis di rumah di Magelang situ, karena pertengkaran," kata Boerhanuddin.

Pertengkaran terjadi antara Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi.

"Bharada E tidak sampaikan motif menangis ibu Putri karena apa. Bharada E tidak tahu kenapa sampai menangis," ujar Boerhanuddin.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved