Kamis, 23 April 2026

Misteri Pertengkaran Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Magelang

Bharada E mengungkapkan fakta baru bahwa ada pertengkaran hebat antara Irjen Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi sebelum Brigadir J dibunuh.

Editor: fitriadi
kolase TribunPalu.com
Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo dan Putri Cantrawathi. Fakta baru terungkap dari pengakuan Bharada E bahwa terjadi pertengkaran antara Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Magelang atau sebelum kejadian pembunuhan Brigadir J pada hari yang sama, Jumat (8/7/2022). 

Sampai akhirnya kata Boerhanuddin saat tiba di Jakarta, Bharada E dipanggil Irjen Ferdy Sambo dan diperintahkan menembak Brigadir J yang saat itu tak berdaya melakukan perlawanan.

Baca juga: Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD Sebut Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa

Baca juga: Kisah Komjen Agus Andrianto, Kabareskrim yang Sentil Pengacara Bharada E : Dia Ngoceh di Luar

Baca juga: Bharada E Ngaku Takut Jika Tak Laksanakan Perintah Atasan: Kalau Nggak Nembak Saya yang Ditembak

Bharada E katanya juga tidak tahu sama sekali motif Irjen Ferdy Sambo menyuruhnya menembak Brigadir J.

"Dia tidak tahu sama sekali. Dari pengakuan Bharada E, kalau di TKP tidak ada pertengkaran sama sekali. Yang dia cerita itu, dari Magelang mungkin ada masalah antara ibu dan Irjen Ferdy Sambo, begitu," kata Boerhanuddin.

Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E. Beredar foto istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, dengan tiga ajudan, termasuk Brigadir J.
Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E. Beredar foto istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, dengan tiga ajudan, termasuk Brigadir J. (Kolase Tribunnews)

Sebagai bawahan, katanya, Bharada E tidak kuasa menolak perintah Irjen Ferdy Sambo.

"Dugaan pelecehan itu tidak ada di TKP sama sekali, menurut Bharada E. Pengakuannya di TK[, Brigadir J belum tertembak. Yang pertama menembak adalah Bharada E atas perintah Irjen Sambo. Lalu dari pengakuan Bharada E tidak ada penganiayaan sama sekali," katanya.

Dari keterangan Bharada E, kata Boerhanuddin, motif pembunuhan Brigadir J mengarah seperti pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengatakan motif kasus ini sensitif dan mungkin hanya bisa didengar orang dewasa.

3 Spekulasi soal Motif Pembunuhan

Menko Polhukam Mahfud MD sempat mengungkap maksud pernyataannya bahwa motif pembunuhan Brigadir J adalah sensitif dan banyak beredar atau didengar di masyarakat.

Menurut Mahfud, sejauh ini ada tiga spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait motif pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo.

Yakni pelecehan seksual, perselingkuhan segi empat dan perkosaan, yang mengakibatkan Brigadir J dihabisi Ferdy Sambo.

"Pertama katanya pelecehan. Pelecehan itu apa sih, apakah membuka baju atau apa. Kan itu untuk orang dewasa. Kedua, katanya perselingkuhan empat segi. Loh siapa yang bercinta dengan siapa. Lalu, yang ketiga, yang terakhir yang mungkin karena perkosa, usaha perkosa lalu ditembak. Itu kan sensisitf," jelas Mahfud.

"Jadi yang buka itu jangan saya, polisi saja. Karena itu uraiannya panjang. Nanti polisi yang membuka ke publik lalu dibuka di pengadilan, oleh jaksa. Kalau tanya ke saya nanti malah salah," kata Mahfud.

Baca juga: Motif Sambo Masih Misteri, Timsus Terus Dalami Kasus Penembakan Brigadir J

Baca juga: Pesan Putri Candrawathi pada Brigadir J Beredar, Istri Ferdy Sambo Punya Panggilan Khusus

Baca juga: Sosok Putri Candrawathi di Mako Brimob Diragukan, Pihak Brigadir J Curiga Digantikan Pengacaranya

Mahfud mengakui banyak bocoran soal kemungkinan motif pembunuhan ini.

"Tapi biar dikonstruksi dulu oleh polisi," katanya.

Brigadir J dan Bripka RR Cekcok

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved