Breaking News:

Berita Pangkalpinang

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Jaminan Pensiun Bisa Cair Sesuai Rentang Waktu Pekerja Pensiun

Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun (JP), untuk pertama kali usia pensiun ditetapkan 56 tahun. 

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Dok/Bangkapos.com
Dialog Ruang Tengah dengan tema Kapan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terima Uang Pensiun?, Jumat (26/8/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun (JP), untuk pertama kali usia pensiun ditetapkan 56 tahun. 

Pasal berikutnya, pada setiap 3 tahun akan ditambahkan masa usia pensiun menjadi 1 tahun, sehingga pada 2022 ini akan pada usia 58 tahun. 

Penjelasan itu diungkapkan langsung oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalpinang, Agus Theodorus Parulian Marpaung saat Dialog Ruang Tengah dengan tema Kapan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terima Uang Pensiun?, Jumat (26/8/2022). 

"Batas terakhir jaminan pensiun itu ditetapkan adalah pada usia 65 tahun. Jadi tidak serta merta hak pensiun itu bisa cair pada usia 65 tahun saja.  Jadi ini dilihat dari rentang waktu, saat diposisi mana dia (peserta-red) pensiun. Seperti pada tahun ini, di usia 58 tahun, dia bisa mencairkan jaminan pensiunnya," jelas Agus dalam dialog yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwariyanto itu. 

Baca juga: Berapa Besaran Iuran JHT BPJS Ketenagakerjaan Setiap Bulan? Simak Cara Perhitungan dan Pembayarannya

Baca juga: Anggota Dewan Babel Sebut Aturan Jaminan Pensiun Tak Adil, SPSI Minta Buruh Berani Action  

Dalam dialog berdurasi satu jam itu juga, Agus mencontohkan untuk tiga tahun ke depan (2025), peserta bisa mencairkan jaminan pensiun pada usia 59 tahun. 

"Walau belum bisa menerima jaminan pensiun langsung pada saat pensiun (bila belum mencapai usia yang ditetapkan-red), tapi jaminan lainnya seperti jaminan hari tua (JHT) otomatis (langsung dapat-red)," katanya. 

BPJS Ketenagakerjaan hanya sebagai penyelenggara dari kebijakan usia yang ditetapkan dari Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tersebut. 

Disebutkannya peserta mendapat jaminan pensiun ini minimal yang sudah membayar iuran selama 15 tahun terhitung dari tahun 2015. 

"Mengenai peraturan ini, pertama kita hanya penyelenggara atau operator dari kebijakan tersebut. Kedua, pola pembayaran jaminan pensiun itu ada dua, pertama sifatnya diberikan sekaligus atau kedua diberikan bulanan atau berskala," jelasnya. 

Kalau bicara jaminan pensiun, dibahas juga mengenai jaminan hari tua (JHT), sempat jadi polemik juga mengenai pencairannya.

Filosofi JHT, sebenarnya nominal yang diterima pada saat dia berada pada hari tua, dia punya pegangan atau sejumlah uang untuk melanjutkan hidup atau membuka usaha. 

Namun dia menyebutkan dengan kondisi keuangan secara global, walau seseorang berhenti bekerja bisa dicairkan. 

"JHT sudah clear, untuk konsep jaminan pensiun, harapannya ketika pensiun peserta masih bisa menjaga derajat hidup, masih ada penghasilan yang dia gunakan.  Permasalahannya ada rentang waktu, JHT sudah diterima tapi JP belum, ini mungkin kalau dari kami sebagai penyelenggara, ya seyogyanya jaminan pensiun ini dirasakan tenaga kerja yang pensiun," jelas Agus. 

Baca juga: Jaminan Pensiun Diterima saat Usia Peserta 65 tahun, Akademisi Nilai Tidak Adil

Dia membeberkan, hingga saat ini sudah ada peserta yang menerima manfaat dari jaminan pensiun (JP) ini. 

"Misalnya pekerja meninggal dunia, dia akan mendapatkan hak pensiun bulanan, minimal sudah menjadi peserta itu satu tahun, ahli waris akan mendapatkan itu bulanan.  Terendah saat ini diangka Rp363.300, tertinggi diangka Rp3.600.000. Setiap tahun akan naik, sesuai dengan tingkat inflasi," ungkap Agus.

Sementara, Ahli Madya Pengawas Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Bangka Belitung, Suprihyono menegaskan bahwa pekerja atau peserta akan mendapatkan jaminan pensiun bila perusahaan mendaftarkan pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan

"Di situ lah peran kami, kalau tidak didaftarkan, maka tidak dapat jaminan pensiun itu," kata Suprihyono.

( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved