Selasa, 5 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Anggota DPRD Babel Ini Kecewa Presiden Naikkan Harga BBM Subsidi, Begini Katanya 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax. 

Tayang:
Penulis: Riki Pratama |
bangkapos.com
Anggota DPRD Babel dari Fraksi PKS, Aksan Visyawan. (Bangkapos.com/Dok) 

"Kalau pembatasan pembelian masih bisa, naik tidak usah. Sebaiknya pembatasan misalkan dibatas pembelianya Rp200 ribu dan sesuai kebutuhan. Sebaiknya pembeliannya dikontrol. Secara pribadi saya juga tidak setuju BBM ini dinaikan, karena terlalu banyak imbasnya," kata Azwari Helmi.

Politikus PPP ini, menambahkan imbas dari kenaikan BBM nanti bakal berdampak kepada meningkatnya harga barang pokok ditambah dengan inflasi yang tinggi di Babel saat ini.

"Imbasnya pasti banyak dengan kenaikan BBM ini, bahan pokok bakal mahal, karena kita ini daerah kepulauan tergantung dari luar. Kenaikan BBM ini harus ditunda, masyarakat sedang susah, perlu melihat kondisi dan kemampuan masyarakat saat ini," terangnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat saat ini sulit mendapatkan pertalite dan solar, tidak diketahui apa saja faktor penyebabnya.

"Sulit, banyak keluhan dari masyarakat, sudah mulai terasa kesulitan. Tidak tahu kenapa ini terjadi, apakah memang pasokan kurang, atau ada yang coba ingin menimbun karena informasi bakal ada kenaikan BBM ini," katanya.

Lebih jauh, ia mengharapkan aparat penegak hukum (APH) dapat melakukan antisipasi terkait apapun kemungkinan terjadi dari kenaikan BBM jenis pertalite dan solar.

"Kita perlu antisipasi jangan sampai terjadi penimbunan, kita sama-sama antisipasi, jangan sampai ada oknum yang menimbun. Kita minta dari aparat penegak hukum untuk mengatisipasinya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Babel, pada Selasa (30/8/2022).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan rencana kenaikan harga BBM. Peserta aksi menyampaikan tiga tuntutan. Pertama tolak kenaikan BBM, kedua tolak kenaikan tarif dasar listrik, ketiga berantas
mafia tambang dan mafia gas di Indonesia. 

Ketua HMI Cabang Bangka Belitung, Yusuf, mengatakan kegiatan yang dilakukan sebagai upaya penolakan rencana kenaikan BBM, dan kenaikan dasar tarif listrik. 

"Kami menyampaikan penolakan rencana kenaikan BBM dan tarif dasar listrik, kondisi ini akan membebani masyarakat khusus di Babel dan Indonesia secara luas, tidak logis apabila naik. Semua kebutuhan dan komoditi bakal naik," kata Yusuf kepada Bangkapos.com, usai melakukan aksi ujuk rasa, Selasa (30/8/2022).

Yusuf berharap, aspirasi yang mereka sampaikan diterima oleh Anggota DPRD Babel dan bukan hanya formalitas, tetapi ada gerakan nyata untuk dapat mengawal tuntutan mereka.

"Kami minta dikawal sampaikan ke DPR RI dan Presiden terkait penolakan yang dilakukan HMI Cabang Bangka Belitung. Ini sudah menjadi komitmen kami," katanya.

Ia menegaskan, apabila apirasi dan tuntutan yang disampaikan tidak diindahkan, HMI Babel bakal kembali datang kembali, dengan jumlah mahasiswa lebih banyak, untuk menolak kenaikan BBM, kenaikan dasar tarif listrik, berantas mafia tambang dan mafia gas. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved