Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Fenomena Gerhana Bulan Total Berdampak Terhadap Pasang Air Laut Menurut BMKG

Gerhana Bulan Total akan berdampak langsung terhadap fenomena pasang air maksimum di wilayah pesisir

ist
gerhana bulan total 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - BMKG menyebut fenomena Gerhana Bulan Total akan berdampak langsung terhadap pasang air laut maksimum di wilayah pesisir.

Fenomena astronomi Gerhana Bulan Total akan terjadi hari ini Selasa (8/11/2022).

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Kurniaji menyebut gerhana bulan 8 November 2022 bakal terjadi mulai pukul 15.00 WIB dan diperkirakan berakhir pukul 20.57 WIB.

"Dari fase gerhana mulai (P1) hingga fase gerhana berakhir (P4) akan memakan waktu sekitar 6 jam. Namun dari fase gerhana total mulai (U2) sampai tase gerhana total berakhir (U3) menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam, dengan puncak gerhana terjadi pukul 17.59 WIB," jelas Kurniaji kepada Bangkapos.com, Selasa (8/11/2022).

Baca juga: Adelia Wilhelmina Buka Suara Soal Curhatan Kiesha Alvaro yang Viral, Tegaskan Pasha Beri Uang

Baca juga: Terungkap Cewek Pemeran Video Kebaya Merah Ternyata Berusia 24 Tahun, Kini Terancam Dijerat UU ITE

Baca juga: Unggahan Terakhir Sertu Rizka Nurjanah Sebelum Meninggal Dunia, Minta Dikabulkan Hal Ini

Kata Kurniaji, fenomena Gerhana Bulan Total akan berdampak langsung terhadap pasang air maksimum di wilayah pesisir.

"Diprakirakan ketika puncak gerhana, akan terjadi peningkatan tinggi muka air laut di wilayah pesisir," sebutnya.

Dijelaskan, Gerhana Bulan Total terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan.

Ketika posisi bulan-matahari-bumi sejajar maka terjadilah Gerhana Bulan.

Simak daftar wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total 8 November 2022 beserta rincian waktunya.
Simak daftar wilayah yang dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total 8 November 2022 beserta rincian waktunya. (bmkg)

"Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan dapat disaksikan oleh masyarakat menggunakan mata telanjang, tetapi dapat juga menggunakan peralatan penunjang seperti teleskop atau teropong," tuturnya.

Namun ketika terjadi mendung yang gelap atau hujan maka gerhana bulan tidak akan teramati dengan jelas.

"Himbauan dari BMKG mengajak masyarakat Babel untuk bersama-sama mengamati fenomena alam ini dengan bijak tentunya. Silahkan dinikmati dengan cara keluar rumah ketika memang cuaca sedang bersahabat.

Tapi ketika nanti terjadi hujan sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melihat gerhana walaupun menggunakan payung atau jas hujan, karena pertama memang tidak akan terlihat jelas dan yang kedua tentu akan membahayakan kesehatan kita sendiri," imbau Kurniaji mewakili BMKG Pangkalpinang.

Di sisi lain, Menurut tabel waktu dan wilayah Gerhana Bulan Total yang dirilis oleh Lembaga Resmi Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), masyarakat Bangka Belitung dapat menyaksikan fenomena astronomi tersebut mulai pukul 18.00 WIB di fase Puncak Gerhana.

Warga Babel juga masih dapat melihat Gerhana Bulan Total fase Akhir Total mulai jam 18.41 WIB, Akhir Sebagian di pukul 19.49 WIB, dan Akhir Penumbra pukul 20.56 WIB.

Baca juga: Kisah Anak Nelayan Penyandang Disabilitas Jadi Wakil Indonesia di Special Olympic International

Baca juga: Pemeran Kebaya Merah Jual Konten Dewasa Rp 50 Ribu? Ini Sosoknya yang Kini Jadi Tersangka

Baca juga: Wali Kota dan Sejumlah Pejabat Pangkalpinang Besuk M Sopian di Padang

Halaman
123
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved